5 Berita Terbaru Penembakan Brigadir Joshua : Temuan Baru, Efek Domino, sampai yang tak Terbantahkan

Kebersamaan Irjen Pol Ferdy Sambo dan para ajudan, di antaranya Brigadir Joshua dan Bharada Richard

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo terus menggelinding dan diiring perkembangan berita terbaru kematian Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat.

Dalam satu hari kemarin saja, muncul beberapa berita terbaru kematian Brigadir Joshua.

Seperti temuan baru dari keluarga Brigadir J pada jenazah Brimob asal Jambi tersebut.

Lalu pencopotan dua pejabat penting di Polri terkait kasus kematian Brigadir J.


Ada juga temuan rekaman CCTV yang disebut menunjukkan keberadaan sosok Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat.

Berikut 5 berita terbaru kematian Brigadir Joshua:

1. Jeratan di Leher

Keluarga Brigadir J atau Brigadir Nopryansyah membawa bukti baru ke Bareskrim Polri.

Mereka menduga leher Brigadir Joshua dijerat menggunakan kawat dari belakang sebelum dibunuh.

Salah satu tim pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamarudin Simanjuntak, bukti baru tersebut baru didapat pada Selasa (19/7/2022) malam.

“Ini saya dapatkan tadi malam, ya,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan di Bareskrim Polri, Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, itu adalah bukti kuat yang bisa jadi petunjuk bagi timsus bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Di sini ada bukti kuat jeratan di leher yang diduga menggunakan kawat,” sambungnya.

“Kami mendapatkan lagi ada luka semacam lilitan di leher, artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir Yoshua ini dijerat dari belakang,” bebernya.

Berita selengkapnya baca: Keluarga Brigadir Joshua Bawa Bukti Baru ke Bareskrim, Leher Brigadir J Diduga Dijerat Pakai Kawat

2. Ferdy Sambo ‘Makan’ Korban

Kasus kematian Brigadir Joshua pun menyeret dua perwira Polri ikut jadi ‘korban’ menyusul Irjen Ferdy Sambo.

Keduanya adalah Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto.

Keduanya dicopot dan dinonaktifkan Kapolri hanya sehari berselang setelah Irjen Ferdy Sambo dicopot.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan penonaktifan atau pencopotan Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Budhi Herdi Santoso oleh Kapolri.

Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga objektivitas dan transparansi tim khusus yang bekerja mengungkap kasus penembakan baku tembak ajudan Ferdy Sambo.

“Yang pertama timsus terus bekerja. Dalam rangka menjaga objektivitas, transparansi, independensi, tim harus betul-betul menjaga marwah itu sesuai dengan komitmen Bapak Kapolri,” ujar Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (21/7/2022) malam.

Irjen Dedi mengatakan, Kapolri menekankan timsus ini harus bekerja secara profesional dengan pembuktian secara ilmiah.

Berita Selengkapnya: Perintah Kapolri Mendadak Tengah Malam, Karo Paminal Divpropam dan Kapolres Jaksel Dicopot, Ini Alasannya

3. Rekaman CCTV

Timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah menemukan rekaman CCTV berisi Brigadir Joshua atau Brigadir J.

Rekaman CCTV ini akan mengungkap secara jelas kontruksi tewasnya Brigadir J ini.

“Kita sudah menemukan CCTV dan bisa mengungkap jelas tentang konstruksi jelas kasus ini. CCTV ini sedang didalami timsus. Dan nanti akan dibuka apabila serangkaian proses telah dilakukan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Rabu (20/7/2022) malam.

“Dalam rangka menjaga objektivitas, transparansi, independensi, tim harus betul-betul menjaga marwah itu sesuai dengan komitmen Bapak Kapolri,” ujarnya.

CCTV tersebut akan didalami oleh tim khusus yang telah dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dedi mengatakan CCTV tersebut akan dibuka ke publik apabila penyidikan oleh tim khusus selesai.

“CCTV ini sedang didalami oleh timsus yang nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan oleh timsus sudah selesai,” katanya.

“Jadi dia tidak sepotong-sepotong, juga akan menyampaikan secara komprehensif apa yang telah dicapai timsus yang ditentukan Bapak Kapolri,” terang Dedi.

Berita Selengkapnya: Timsus Polri Temukan CCTV Berisi Brigadir Joshua, CCTV Akan Mengungkap Secara Jelas Konstruksi Kasus Tewasnya Brigadir J

4. Bakal Terang Benderang

Polri menyebut telah menemukan rekaman CCTV terkait kasus baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Bukti CCTV baku tembak yang menewaskan Brigadir Joshua atau Brigadir J itu langsung diproses Laboratorium Forensik Mabes Polri.

“Beberapa bukti baru CCTV ini sedang proses di Laboratorium Forensik untuk kita lihat,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022) malam.

Andi Rian Djajadi mengatakan, bukti petunjuk CCTV itu diperoleh penyidik dari beberapa sumber.

“Kadang-kadang ada tiga CCTV di sana, di satu titik yang sama tapi waktunya bisa berbeda-beda. Nah tentunya ini harus melalui proses yang dijamin legalitasnya.”

“Jadi bukan berdasarkan apa maunya penyidik, tapi berdasarkan data daripada CCTV itu sendiri,” jelasnya lagi.

Berita Selengkapnya: Polri Sebut CCTV Baku Tembak Brigadir J Sedang Diproses Forensik, Kasusnya Bakal Terang Benderang, Nanti Akan Dibuka

5. Kompolnas tak Percaya

Sementara, Kompolnas tak percaya begitu saja dan akan menguji alibi Irjen Ferdy Sambo soal keberadaannya yang disebut melakukan tes PCR saat baku tembak terjadi antara Brigadir J dengan Bharada E.

Kompolnas mengatakan bakal mendalami soal dugaan alibi tes PCR tersebut.

“Termasuk itu didalami, akan dicek alibinya, akan dicek bagaimana,” kata Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (20/7/2022).

Termasuk akan memeriksa saksi hingga petugas yang melayani tes PCR tersebut.

“Saksi-saksinya siapa dan sebagainya, petugas yang menangani siapa dan sebagainya,” sambungnya.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara jelas sekaligus menyingkap tabir misteri kasus tersebut.

“Iya (akan cari tahu),” ujarnya.

Berita Selengkapnya: Tak Percaya Begitu Saja, Kompolnas Akan Uji Alibi Ferdy Sambo, Periksa Saksi dan Petugas Tes PCR

Itulah 5 berita terbaru kematian Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat. (ruh/pojoksatu)