Terungkap, Ada yang Dilakukan Istri Ferdy Sambo pada Tanggal 9, Wartawan Sebenarnya Tahu

Pos Satpam yang jadi ruang kontrol CCTV Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, yang jadi rumah Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mabes Polri menyatakan, baku tembak antara Brigadir Joshua dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, dipicu pelecehan yang dilakukan Brigadir Joshua terhadap istri Ferdy Sambo.

Ternyata, istri Ferdy Sambo itu sejatinya sudah melaporkan pelecehan ke Polres Jakarta Selatan.

Laporan itu dibuat Nyonya Sambo hanya sehari berselang setelah baku tembak ajudan suaminya, di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Itu sebagaimana dikutip PojokSatu.id dari tulisan Dahlan Iskan berjudul Bisik-Bisik Keras yang tayang di Disway.id, pada Selasa (19/8/2022).


“Dari penelusuran saya, ternyata Ny. Sambo sebenarnya sudah melapor ke polisi. Ke Polres Jakarta selatan,” ungkap dia.

“Itu tanggal 9 Juli 2022. Berarti hanya satu hari setelah tembak-menembak,” sambungnya.

BACA: Ferdy Sambo Diingatkan Anak Buah AHY agar Jujur, Rakyat Monitor loh

Disebutkan bahwa Ny Sambo sendiri yang melaporkan ke polisi. Bukan suami atau menyuruh salah satu anak buahnya.

“Ini menyangkut ketentuan pelaporan. Untuk jenis laporan yang berkaitan dengan seks tidak boleh diwakilkan,” jelas Dahlan Iskan.

Atas ketentuan itu pula, istri Ferdy Sambo itu harus melapor secara pribadi.

“Soal apakah dia datang ke Polres atau orang Polres yang datang ke rumahnyi itu soal lain,” kata mantan Menteri BUMN itu.

Sementara terkait kenapa laporan dilayangkan sehari setelah yang dilaporkan meninggal dunia, itu sepenuhnya hak dari pelapor.

Akan tetapi, Dahlan Iskan menyebut bahwa wartawan yang ngepos di Polres Metro Jakarta Selatan sejatinya sudah mengetahui atau mulai mengetahui adanya pelaporan yang dilakuan Ny Sambo.

BACA: Dicopot Kapolri dari Jabatan Kadiv Propam Polri, Begini Tanggapan Irjen Ferdy Sambo

Namun dengan berbagai pertimbangan, pelaporan Ny Sambo itu tidak langsung ditulis atau diberitakan.

“Kelihatannya wartawan memang mulai tahu. Tapi belum mau menulis. Bisa saja karena belum berhasil mendapat konfirmasi. Atau sengaja diminta menunggu keterangan resmi,” kata dia.

Karena itu, mau tidak mau wartawan pun musti menunggu saat polisi memberikan keterangan resmi.

“Itulah sebabnya Polri melakukan konferensi pers tanggal 11 Juli 2022,” lanjut Dahlan Iskan.

Ia juga menilai bahwa sangat banyak pertanyaan yang tdak terjawab dari konferensi pers yang dilakukan Mabes Polri terkait baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu.

BACA: Irjen Ferdy Sambo Dicopot, Tim Advokat Ini Tetap Desak Kapolri Buka CCTV yang Rusak

Demikian juga dengan kejanggalan yang berceceran dalam alur cerita peristiwa yang terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 terebut.

“Tapi setidaknya wartawan sudah mulai bisa menulis. Wartawan juga mulai punya pijakan untuk melakukan reportase,” tandas Dahlan Iskan mengakhiri pemmbahasan soal istri Ferdy Sambo. (ruh/pojoksatu)