Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo Berhasil ‘Disembunyikan’ lalu Dibuka, Ada ‘Bisik-bisik’ di Internal Polri

Dahlan Iskan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut menyoroti langkah polisi yang baru membuka kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo kepada publik tiga hari berselang setelah kejadian.

Pasalnya, polisi sejatinya sudah berhasil ‘menyembunyikan’ peristiwa itu dari publik. Yakni sampai dengan tiga hari usai kejadian.

Itu disampaikan Dahlan Iskan dalam tulisan berjudul Bisik-Bisik Keras, yang diterbitkan pada Selasa (19/7/2022), sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

“Pertanyaannya: kalau sudah berhasil “menyembunyikannya” selama tiga hari mengapa dibuka lewat konferensi pers?” tulisnya.


Menurut Dahlan Iskan, ada dua kemungkinan yang membuat akhirnya baku tembak antara Brigadir Joshua dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu itu dibuka kepada publik.

Kemungkinan pertama, sudah berkembang bisik-bisik di lingkungan terbatas di Polri.

BACA: Ferdy Sambo Dicopot, Kasus Dugaan Pelecehan Brigadir Joshua Malah Naik Penyidikan

“Irjen Pol Sambo pasti sudah melapor ke atasan mengenai apa yang terjadi, versi dirinya,” kata Dahlan Iskan.

Hanya saja, ia tidak diketahui kapan persisnya Ferdy Sambo melapor kepada pimpinannya itu.

Setelah melapor, maka pimpinannya dipastikan langsung melakukan koordinasi dengan anak buahnya.

Selanjutnya, Mabes Polri pun harus menentukan sikap dan mengambil keputusan.

“Sejak itu mulailah bisik-bisik beredar. Kian hari kian luas. Termasuk yang sudah dibumbui,” beber dia.

Kemungkinan kedua, lantaran berita itu sudah diterima keluarga Brigadir Joshua yang pasti memberitahukan kepada keluarganya tentang kematian anaknya.

BACA: Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo Dirahasiakan sampai 3 Hari, Dahlan Iskan Ingat Zaman Orde Baru

“Keluarga korban juga memberitahu keluarga dekat tentang kematian Brigadir Joshua. Juga kian luas. Berikut bumbu-bumbu penyedapnya,” sambungnya.

Kondisi itu kemudian diikuti dengan munculnya ‘tukang bumbu’ yang bisa siapa saja.

“Oknum di media, oknum di keluarga korban, oknum di instansi kepolisian. Bahkan bisa saja dari orang yang ingin menjatuhkan seseorang,” papar dia.

Di sisi lain, bisik-bisik keras di media sosial itu justru malah membantu wartawan dalam mencari informasi.

“Wartawan punya alasan untuk melakukan konfirmasi ke sumber yang kompeten. Atau mengecek ke lapangan,” jelas Dahlan Iskan.

BACA: Terungkap, Ada yang Dilakukan Istri Ferdy Sambo pada Tanggal 9, Wartawan Sebenarnya Tahu

Dia lalu menyinggung intimidasi yang dilakukan oknum polisi kepada wartawan saat tengah melakukan peliputan di sekitar rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Jelas dalam kasus tembak-menembak itu wartawan mengalami hambatan. Dihalangi. HP diperiksa. Isi dihapus. Media sudah mengadu,” bebernya. (Dahlan Iskan)