Pengacara Keluarga Brigadir Joshua tak Percaya Timsus Bentukan Kapolri, Inikah Alasan Komnas HAM Mundur ?

Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Joshua Hutabarat
Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Brigadir Joshua Hutabarat.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak singgung timsus bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri membentuk timsus untuk mengusut kasus baku tembak ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baku tembak Brigadir Joshua dengan Bharada E atau Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu terjadi di rumah Ferdy Sambo.

“Tidak cukup independen,” kata Kamaruddin kepada JPNN.com, Minggu (17/7/2022) malam, sebagaimana dikutip PojokSatu.id.


Menurutnya, timsus itu semestinya juga melibatkan pihak ketiga, bukan malah didominasi internal Polri.

“Kami tidak begitu percaya kalau hanya tim mereka,” ucap Kamaruddin.

BACA: Pengacara Keluarga Brigadir Joshua : Baku Tembak Nggak Mungkin saling Membelakangi !

Salah satu diantaranya seperti akademisi dan KontraS.

Itu agar timsus bentukan Kapolri itu bisa bekerja secara transparan untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya.

“Seharusnya melibatkan praktisi atau akademisi, dan organisasi nongoverment, seperti KontraS,” sambung Kamaruddin.

Pelibatan akademi dan KontraS pun dinilai pengacara keluarga Brigadir Joshua itu masih belum cukup.

Perlu juga dilibatkan pihak ketiga lainnya seperti rohaniwan, tokoh masyarakat.

Dengan demikian, timsus bentukan Kapolri itu bisa dipercaya masyarakat. Pun hasil-hasil pengusutan yang dilakukan.

BACA: Komnas HAM Bocorkan Hasil Penyelidikan Kematian Brigadir Joshua, HP Keluarga Diretas hingga Rumah ‘Dikepung’

“Kedua, tim itu maksudnya apa? Kan, yang buat laporan baru Ferdy Sambo sama istrinya. Berarti mengusut laporan Ferdy sama istrinya,” kritik Kamaruddin.

Untuk diketahui, timsus bentukan Kapolri itu sebelumnya juga melibatkan Komnas HAM, tetapi Komnas HAM menolak bergabung.

Sebaliknya, Komnas HAM memilih melakuan penyelidikan dan pengusutan baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu secara independen alias bekerja sendiri.

Apalagi Polri juga menyatakan siap membantu memberikan segala dokumen, termasuk barang bukti untuk ditelaah lebih lanjut oleh Komnas HAM.

Komnas HAM juga sudah melakukan penelusuran, penyelidikan dan pengusutan. Termasuk mendatangi langsung keluarga Brigadir Joshua.

Demikian pula dengan berbagai bukti lainnya, seperti CCTV di rumah Ferdy Sambo dan komplek tersebut.

BACA: Lima Menit Sesudah Tewas Jumat Lalu, Ternyata WA Brigadir Joshua Terpantau Aktif Oleh Keluarganya

Hasil dari seluruh rangkaian pemeriksaan, penyelidikan dan pengusutan kematian Brigadir Joshua itu, nantinya akan disampaikan ke dalam sebuah laporan yang disusun sendiri oleh Komnas HAM.

Mulai dari motif penembakan, sampai pada siapa yang jadi korban dan siapa yang jadi pelaku.

Akan tetapi, hasil laporan Komnas HAM itu nantinya akan diserahkan langsung kepada Mabes Polri.

Komnas HAM juga berjanji akan menyampaikan perkembangan dan progres pengusuta pada hari ini, Minggu (17/7/2022) atau pada besok Senin (18/7/2022). (ruh/pojoksatu)