Komnas HAM Bocorkan Hasil Penyelidikan Kematian Brigadir Joshua, HP Keluarga Diretas hingga Rumah ‘Dikepung’

Ayah Brigadir Joshua, Samuel Hutabarat, saat diwawancara wartawan Jambi Ekspres di kediamannya di Sungai Bahar. (Foto: M Ridwan/Jambi Ekspres)
Ayah Brigadir Joshua, Samuel Hutabarat, saat diwawancara wartawan Jambi Ekspres di kediamannya di Sungai Bahar. (Foto: M Ridwan/Jambi Ekspres)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) membeberkan hasil penyelidikan terkait HP keluarga Brigadir Joshua Hutabarat yang diduga diretas.

Komnas HAM juga mendapatkan keterangan dari keluarga Brigadir Joshua Hutabarat terkait rumahnya yang disebut sempat “dikepung” banyak polisi.

Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam mengatakan, keluarga Brigadir Joshua mengklaim ada pihak yang meretas telepon seluler (HP) mereka hingga tak bisa digunakan selama beberapa hari.

“Kami mendapatkan informasi kapan peretasan dilakukan, polanya seperti apa, dan lainnya,” kata Choirul Anam dalam keterangannya, Minggu Juli 2022.


Selain itu, Komnas HAM juga mendapatkan bukti-bukti baru berupa video dan foto-foto kondisi jenazah Brigadir Joshua.

BACA : Lima Menit Sesudah Tewas Jumat Lalu, Ternyata WA Brigadir Joshua Terpantau Aktif Oleh Keluarganya

Bukti-bukti tersebut diperoleh saat Komnas HAM memintai keterangan keluarga Joshua.

“Kami diberikan banyak keterangan, banyak foto, dan video oleh pihak keluarga,” kata Aanam.

Dijelaskannya, setelah bertemu pihak keluarga, pohaknya mendapat banyak keterangan, khususnya terkait video dan foto yang beredar di publik tentang kematian Brigadir Joshua.

Menurut Anam, yang paling penting ialah bagaimana foto dan video tersebut diambil dan seperti apa konteksnya.

BACA : Keluarga Brigadir Joshua Akan Lapor ke Bareskrim, Pasalnya Pembunuhan Berencana dan Pencurian

Komnas HAM menyambut baik informasi, keterangan, serta video maupun foto yang diberikan oleh pihak keluarga Joshua.

Hal itu diperlukan untuk mengungkap peristiwa sebenarnya terkait kematian Joshua.

Langkah yang dilakukan Komnas HAM tersebut merupakan tahapan awal dalam mengungkap kasus baku tembak pada Jumat (7/8).

Sebagaimana diketahui, Polri melibatkan Komnas HAM dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam mengusut kasus baku tembak sesama anggota polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Dalam aksi baku tembak itu, Brigadir Joshua Hutabarat meninggal dunia. (fin/pojoksatu)