Komisi III Pertanyakan CCTV Rumah Ferdy Sambo, Disita untuk Penyelidikan atau Diamankan Tanda Petik ? Jujurlah

Kamera CCTV di rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan kembali mempertanyakan soal CCTV di Rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Ia meminta tim khusus (Timsus) yang dibentuk Kapolri Jenderal Lisityo Sigit Prabowo untuk mengungkap seterang-terangnya kepada publik soal CCTV ini.

Pasalnya, CCTV di rumah Ferdy Sambo tersebut bisa jadi salah satu petunjuk dan informasi penting untuk menelusuri baku tembak Brigadir Joshua dan Bharada E atau Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Karena itu, timsus yang diketuai Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono itu harus jujur menjelaskan isi rekaman CCTV itu.


“Timsus yang ditugasi Kapolri harus bisa menjelaskan CCTV serta hasil olah TKP dalam kasus ini,” kata Trimedya kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2022).

BACA: Brigadir Joshua Diduga Dianiaya dalam Perjalanan Megelang-Jakarta, Eksekusinya di Rumah Ferdy Sambo

Terlebih lagi, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, CCTV di sekitar rumah Ferdy Sambo itu disita polisi.

“CCTV diambil itu dalam langkah penyidikan atau diamankan tanda petik?” tuturnya.

Karena itu, kata Trimedya publik menunggu penjelasan polisi soal CCTV yang disita di rumah Ferdy Sambo itu.

“Itu harus diungkap dan kami tunggulah Pak Agung atau Pak Gatot sebagai ketua tim yang diminta Kapolri memberikan penjelasan kepada masyarakat,” ucapnya.

Kendati demikian, Trimedya mengakui bahwa polisi mempunyai hak untuk menyita CCTV di rumah Ferdy Sambo.

BACA: Brigadir Joshua Diduga Dianiaya dalam Perjalanan Megelang-Jakarta, Eksekusinya di Rumah Ferdy Sambo

Itu demi kepentingan penyidikan kasus baku tembak antara Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir Joshua dengan Bharada Richard.

“Kan, bisa saja, untuk kepentingan penyidikan. Nah, ini untuk penyidikan atau ‘diamankan’,” tutur Trimedya.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan Ketua RT di komplek rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, polisi telah mengganti semua dekoder CCTV di komplek tersebut.

Itu dilakukan polisi hanya sejari berselang setelah kejadian, yakni pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak diketahui Ketua RT setempat karena tak pernah adalah laporan atau koordinasi dari kepolisian.

BACA: Pengacara Keluarga Brigadir Joshua : Ada yang Mengiris-iris, Ada yang Memukul, Pelaku Lebih dari 1

Sebaliknya, ia baru mengetahui ada penggantian semua dekoder CCTV oleh polisi setelah ramai pemberitaan pada Senin, 11 Juli 2022.

Sementara Mabes Polri menyebut, bahwa kamera CCTV di rumah Ferdy Sambo dalam keadaan mati karena tersambar petir. (muf/pojoksatu)