Kisah Hidup Brigadir Joshua sampai Jadi Ajudan Ferdy Sambo, Yang Diidamkan jadi Akhir Hidup

Prosesi pemakaman Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutbarat. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kisah hidup Brigadir Joshua atau Brigadir Yosua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat berakhir saat ia menjadi ajudan Ferdy Sambo.

Tugas kepolisian yang sejatinya adalah yang sangat diidamkan Brigadir Joshua sejak ia menjadi anggota Polri.

Yakni mengabdi kepada seorag perwira Polri. Yang menjadi atasannya adalah Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Brigadir Joshua adalah putra kedua dari pasangan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak yang merupakan seorang guru SD.


Sedangkan ayahnya, Samuel Hutabarat, adalah petani sawit kecil-kecilan.

Brigadir Joshua dilahirkan pada 29 November 1994 di Desa Suka Makmur, Muaro Jambi. Tempat tinggalnya bersama keluarganya selama ini.

Rumah yang ditempati Joshua dan keluarganya adalah rumah sangat sederhana. Itu adalah rumah dinas ibunya.

BACA: Pesan Brigadir Joshua kepada Ibunya saat Diingatkan : Semua Sudah Ada Jatahnya

Rumah dinas itu lebih menyerupai rumah bedeng berderet. Ada empat pintu.

Letaknya bahkan menjadi satu komplek dengan SDN 74 Sungai Bahar, tempat ibunya mengajar.

Halaman rumahnya, adalah halaman sekolah tersebut.

Saat SD, Joshua bersekolah di SDN 74 Sungai Bahar, dan sempat diajar sendiri oleh ibunya.

Dilanjutkan bersekolah di SMPN 12 dan SMAN 4 Muaro Jambi. Selepas SMA, Brigadir Joshua langsung mendaftar sebagai anggota Polri. Ia diterima.

Dalam tulisan Dahlan Iskan berjudul ‘Otopsi Ulang’ yang tayang di Disway.id, pada Minggu (16/7/2022), sebagaimana dikutip PojokSatu.id, menjadi polisi adalah cita-cita yang diidamkan Joshua.

“Brigadir Joshua setidaknya sudah dua kali bahagia dalam hidupnya: saat diterima sebagai anggota Polri dan saat diterima seleksi menjadi ajudan perwira,” tulis Dahlan Iskan.

BACA: Ketika Brigadir Joshua Bela-belain Belikan Ferdy Sambo dan Istrinya Oleh-oleh sampai Jutaan

Joshua memiliki kakak perempuan yang saat ini bekerja di Jambi, di karantina pertanian.

Sedangkan adik perempuannya baru lulus dari jurusan kesehatan masyarakat, Universitas Jambi.

Sementara anak bungsu, juga seorang anggota Polri, Bripda Mahareza Hutabarat.

Penempatan pertama Joshua adalah di Papua. Itu hanya tiga bulan setelah ia dinyatakan lulus sebagai personel Brimob.

Selanjutnya, Brigadir Nopryansyah Yoshua Hutabarat ditarik kembali ke Jambi, tapi ditugaskan di pedalaman.

“Di pedalaman. Di Merangin. Di kompi Brimob di situ. Lebih 3 tahun Joshua bertugas di Merangin,” beber Dahlan Iskan.

Mantan Menteri BUMN itu juga mengungkap, di pedalaman Merangin pula, Joshua bertemu dengan wanita tambatan hatinya.

“Ia pun berkenalan dengan gadis di situ: Vera. Mereka pacaran,” ungkap Dahlan Iskan.

BACA: Pengacara Bongkar Bukti Foto Brigadir Joshua Hutabarat, Ada Luka Robek 1 Jengkal di Kepala

Bersama Vera, Joshua pun akhirnya menjalin kisah asmara.

Bahkan, Joshua dan Vera juga sudah berencana untuk segera menikah dalam waktu dekat ini.

“Sudah 8 tahun masih setia. Mereka bertekad segera kawin. Ayah-ibu Joshua pun merestui,” sambungnya.

Saat bertugas di pedalaman Merangin itulah, Joshua mengetahui ada seleksi untuk jadi ajudan perwira.

Tanpa pikir panjang, tugas yang diidamkan sosok Brigadir Joshua itu pun langsung direspon dengan mengirimkan lamaran.

Ternyata, Joshua mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi di Jakarta.

Dengan kemampuan dan pengalamannya, Brigadir Joshua ternyata dinyatakan lulus. Bahkan langsung bertugas.

“Ia tidak sempat pulang lagi ke Jambi. Ia minta adiknya mengepak barang-barangnya untuk dikirim ke Jakarta,” ujar Samuel, dalam tulisan Dahlan Iskan.

Sejak saat itu, Brigadir Joshua resmi jadi ajudan Ferdy Sambo.

BACA: Komnas HAM Datangi Keluarga Brigadir J di Jambi, Temukan Banyak Fakta Baru dan Foto-foto

“Sejak Sambo masih berpangkat Kombes (kolonel). Lalu naik menjadi bintang satu. Dan terakhir jenderal bintang dua,” sambungnya.

Namun tugas yang sangat diidamkan Brigadir Joshua itu justru membawanya pada penghujung hayat.

Joshua meregang nyawa setelah ditembus beberapa peluru dari Bharada E yang belakangan diketahui merupaka Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Kisah hidup Brigadir Joshua pun berakhir pada Jumat, 8 Juli 2022, sebagai ajudan kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Setelah mengabdi bertahun-tahun, Joshua tak dimakamkan secara militer dengan alasan adiministrasi belum lengkap.

Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat dimakamkan dengan upacara agama di sebuah pemakaman sekitar dua km dari rumahnya. (ruh/pojoksatu)