Kabar Buruk Pengangkatan Honorer Jadi PPPK 2022, Anggaran Defisit Rp1 Triliun

Demo guru honorer minta diangkat jadi ASN
Demo guru honorer minta diangkat jadi ASN. (Dok Radar Bogor)

POJOKSATU.id, BOGOR – Ini kabar buruk bagi tenaga honorer yang berharap bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK 2022.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sulit memenuhi desakan tenaga honorer diangkat menjadi PPPK 2022 secara besar-besaran.

Alasannya, pengangkatan honorer jadi PPPK 2022 dalam jumlah yang banyak akan membebani anggaran Pemkab Bogor.

Terlebih, dalam Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Pemkab Bogor masih defisit Rp1 triliun.


Karena itu, tenaga honorer di Kabupaten Bogor dipastikan tidak akan bisa terakomodir seluruhnya dalam seleksi pendaftaran PPPK 2022.

“Sedangkan di lapangan masih perlu belanja modal untuk infrastruktur, kita harus imbang, tidak bisa memaksakan harus masuk semua,” ujar Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

BACA : Cara Daftar PPPK 2022 Bagi Pelamar Prioritas Dan Pelamar Umum

Iwan merincikan, pengangkatan honorer 2023 jadi PPPK yang masuk dalam rencana kerja SKPD yakni di angka sekitar 1.500 untuk guru, dan 2.100 untuk Dinas Kesehatan dan dinas lainnya.

“Dan itu yang akan kami perjuangkan melihat kemampuan anggaran dan kalau dihitung angka kurang lebih di Rp129 miliar, kalau kita bisa, akan seluruhnya 2.100 itu,” jelasnya.

Menurut Iwan, pengangkatan honorer jadi PPPK dapat dilakukan secara bertahap. Sebab, tidak mungkin diakomodir seluruhnya dalam pendaftaran PPPK 2022.

“Makanya ini belum fix dari pemerintah pusat juga, dari pusat juga tidak bisa harus semua, beban PPPK kan ke APBD, kalau kita harus memprioritaskan itu, kita akan jebol anggaran,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah mengatakan, hingga tahun ini sudah sekitar 2.600 guru honorer yang diangkat menjadi PPPK.

“Tahun ini 1.690 yang diangkat, yang lolos passing grade 3039, diangkat mungkin bertahap dan kita usulkan 1500an,” ujar Juanda. (cok/mg1/radarbogor)