Ingat Pesan Irjen Ferdy Sambo, Benar Katakan Benar, Salah Katakan Salah !

Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo

POJOKSATU.id, JAKARTAKadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo langsung ‘menghilang’ pasca peristiwa baku tembak ajudan di rumahnya terkuak ke publik.

Baku tembak itu terjadi antara Brigadir Noprayansyah Yosua Hutabarat dan Bharada E pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Buntut dari baku tembak itu, Ferdy Sambo kabarnya akan dicopot dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri.

Kabar yang beredar, Ferdy Sambo akan digantikan Brigjen Pol Hendro Pandowo yang saat ini menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.


Sebelumnya, alumnus Akpol 1991 itu pernah menjabat sebagai Karo Provos Propam Polri.

Di media sosial, beredar video Ferdy Sambo berpidato dan mengeluarkan pernyataan tegas.

BACA: Pengacara Habib Rizieq Sindir Ferdy Sambo Nangis di Pelukan Kapolda Metro Jaya : Tapi Jangan Zalim dong

Ia mengingatkan kepada seluruh anggota Polri agar jangan sekali-kali melanggar aturan.

Ferdy Sambo juga mengingatkan agar selalu jujur dalam setiap menjalankan tugas serta jabatan yang diemban.

“Benar katakan benar, salah katakan salah,” tegas Ferdy Sambo dalam video itu.

Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id, video itu diunggah melalui akun Instagram @divpropampolri pada Kamis, 14 Juli 2022 lalu.

Dsebutkan, itu terjadi dalam penutupan pelatihan Pama Akreditor Gelombang 1 2022 pada 16 Juni 2022, di Gedung LPPI.

Dalam video itu, Ferdy Sambo juga mengingatkan kepada seluruh anggota Polri agar jangan sekali-kali mencoreng institusi Polri.

BACA: Komentar Menohok Irjen Napoleon soal Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo : Jujur saja, Jangan Ditutup-tutupi

Apalagi sampai melakukan pemerasan, menerima suap, atau gratifikasi.

Ferdy Sambo bahkan menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan menyikat siapapun anggota Polri yang mencoreng nama baik institusi Polri.

“Kau terima uang, kau saya sikat sama saya. Karena saya tidak mengenal itu. Dan sekarang kita pertegas di situ,” ancam Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo dalam video tersebut.

Untuk diketahui, baku tembak Brigadir Nopryansyah atau Brigadir J dengan Bhadara E disebut Mabes Polri dipicu pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada istrinya, Putry Chandrawati.

Sementara Bharada E mendengar teriakan Putry Chandawati dari lantai dua langsung turun ke bawah.

Sampai di tanggap, Bharada E melihat Brigadir J yang langsung menembaknya. Tapi tembakan itu meleset.

BACA: Mabes Polri jangan Diem-diem Bae Pria Cepak Intimidasi Wartawan Dekat Rumah Ferdy Sambo

Bharada E lalu mengambil senjata api untuk menembak dan langsung mengenai Brigadir J sampai tewas.

Akan tetapi, publik menilai banyak kejanggalan dalam baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu.

Bahkan, berbagai asumsi dan opini liar terus menggelinding di tengah masyarakat terkait kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu. (ruh/pojoksatu)