Berani Sekali Sopir Lecehkan Istri Jenderal di Rumah Dinas, Putri Chandrawathi Dirawat Intensif

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Chandrawathi.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Putri Chandrawathi, istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjalani perawatan intensif pasca peristiwa penembakan di kediamannya.

Penembakan tersebut menyebabkan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat meninggal dunia.

Brigadir J ditembak oleh Bharada E karena diduga melecehkan Putri Chandrawathi di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Brigadir J adalah anggota Bareskrim yang mendapatkan tugas sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam Polri.


Sedangkan Bharada E merupakan anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam Polri.

Kuasa hukum Putri Chandrawathi, Arman Hanis mengatakan kliennya harus mendapatkan perawatan intensif karena dampak psikologi yang dialaminya.

“Jadi kondisi klien kami saat ini dalam perawatan intensif terkait mengenai dampak psikologis yang beliau alami jadi saat ini seperti itu,” kata Arman kepada wartawan di Kantor Dewan Pers, Jumat (15/7/2022).

BACA : Didatangi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Dewan Pers Langsung Keluarkan Imbauan Tegas ke Media soal Pemberitaan

Arman mengaku diperintahkan oleh Putri untuk mendatangi Dewan Pers. Kedatangannya bertujuan untuk berkonsultasi sekaligus meminta Dewan Pers mengeluarkan imbauan terkait pemberitaan kasus penembakan di rumah kliennya.

“Kami minta, memohon dengan sangat, Dewan Pers untuk dapat mengeluarkan imbauan terhadap berita-berita yang ada sambil kami menunggu hasil tim yang dibentuk bapak Kapolri,” jelas Arman.

Ia mengatakan banyak pemberitaan yang berisi isu dan opini terkait kliennya.

Karena itu, Arman berharap Dewan Pers dapat memberikan imbauan kepada awak media agar bekerja sesuai dengan kaidah Jurnalistik.

“Yang semakin hari, yang semakin kami lihat berkembang isunya, semakin berkembang opininya. Sehingga kami meminta arahan atau berkonsultasi mengani hal-hal tersebut ke Dewan Pers sehingga tetap pada jalur koridor kode etik jurnalistik,” ujarnya.

BACA : Putry Sambo tak Bisa Tidur, Terguncang sampai Stres Berat

Arman mengingatkan bahwa kliennya memiliki tiga anak, yang dikhawatirkannya berdampak terhadap psikologi mereka dari pemberitaan yang ada.

“Bagaimana pun keluarga mempunyai anak tiga, orang yang masih berusia muda. Dan ini yang menimbulkan dampak luar biasa apa bila teman-teman pers tidak menggunakan kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana, mengimbau media untuk mentaati kode etik jurnalistik dalam memberitakan istri Ferdy Sambo yang disebut-sebut menjadi korban pelcehan seksual oleh Brigadir J.

“Karena impact yang berita itu berbahaya sekali. Saya melihat kita harus berpedoman pada kode etik,” kata Yadi kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jumat (15/7/2022).

Dewan Pers juga meminta perusahaan-perusahaan media untuk tidak berspekulasi sepihak terkait dengan baku tembak itu.

“Harus dilihat secara profesional yang pertama misalkan harus menghormati hak privasi, Itu wajib menghormati jangan ada spekulasi,” ucapnya.

Putri Chandrawathi Dilecehkan Sopir

Kasus dugaan pelecehan Putri Chandrawathi menyita perhatian publik selama beberapa hari belakangan.

Dugaan pelecehan istri jenderal polisi bintang dua itu menyebabkan Brigadir J tewas.

Polri menjelaskan penembakan maut terhadap Brigadir J terjadi di rumah dinas Kadiv Provam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Saat kejadian, Irjen Ferdy Sambo tidak berada di lokasi kejadian. Ia tengah menjalani tes PCR Covid-19.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Irjen Ferdy Sambo baru mengetahui peristiwa itu setelah ditelepon oleh istrinya yang histeris. Ia pun langsung pulang ke rumahnya.

“Kadiv Propam pulang ke rumah karena dihubungi istrinya yang histeris. Kadiv Propam sampai di rumah dan mendapati Brigadir J sudah meninggal dunia,” jelas Ramadhan.

BACA : Datangi Dewan Pers, Ini Permintaan Pengacara Istri Ferdy Sambo ke Media, Ingat-ingat yah

Irjen Ferdy Sambo langsung menghubungi Kapolres Jakarta Selatan.

Tak lama, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, Brigadir J dan Bharada E sempat baku tembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

“Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak 7 kali, Bharada E membalas mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali,” sebut Ramadhan.

Ramadhan membeberkan kronologi baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Awalnya, kata dia, Brigadir J nyelonong masuk ke kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi.

Tak hanya itu, Brigadir J juga menodongkan senjata ke istri jenderal bintang dua itu.

“Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” jelas Ramadhan.

Istri Ferdy Sambo teriak minta tolong. Suara teriakan itu didengar oleh Bharada E yang saat itu berada di rumah Kadiv Propam.

“Teriakannya terdengar oleh Bharada E yang berada di Lantai atas sehingga Bharada E turun memeriksa sumber teriakan,” ucap Ramadhan.

Bharada E langsung berdiri di depan kamar dan melihat Brigadir J. Ia langsung bertanya kepada Brigadir J, tapi malah dijawab dengan tembakan.

“Pertanyaan Bharada E direspons oleh Brigadir J dengan melepaskan tembakan pertama kali ke arah Bharada E,” tandas Ramadhan.

Fakta Putri Chandrawathi dan Irjen Ferdy Sambo

Putri Chandrawathi adalah lulusan kedokteran gigi. Namun dia tidak menyalurkan profesinya sebagai dr gigi karena sibuk mendampingi suaminya, Ferdy Sambo yang memiliki karir mentereng di Polri.

Ya, Ferdy Sambo adalah perwira tinggi Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen). Ia menjabat sebaga iKadiv Propam Polri.

Jenderal bintang dua asal Toraja, Sulawesi Selatan ini merupakan lulusan Akpol 1994.

Ferdy yang lahir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan memiliki banyak pengalaman di bidang reserse.

Ferdy mulai menjabat sebagai Kadiv Propam Polri pada 16 November 2020.

Ketika itu, Ferdy menjadi jenderal bintang dua termuda karena usianya baru 48 tahun.

Ferdy pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kapolres Purbalingga, Kapolres Brebes, Wakil Direktur Reskrimun Polda Metro Jaya, Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, dan Dirtipidum Bareskrim Polri pada 8 November 2019.

Ferdy Sambo beberapa kali menangani kasus besar, di antaranya kasus bom Sarinah pada 2016, kasus kebakaran Kejaksaan Agung, dan kasus penerbitan surat jalan palsu Djoko Tjandra. (fir/one/pojoksatu)