Kejanggalan Baru Baku Tembak Ajudan Ferdy Sambo, Bharada kok Pegang Senjata, Padahal Aturannya Nggak Boleh

Ilustrasi senjata api atau penembakan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kejanggalan baru baku temak ajudan Ferdy Sambo antara Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E, terungkap.

Baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E itu terjadi di kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo.

Mabes Polri menyatakan, baku tembak terjadi dipicu dugaan pelecehan seksual yang dilakukan tehadap istri Kadiv Propam, Putry Chandrawati.

Untuk diketahui, baik Brigadir J maupun Bharada E sama-sama berasal dari Brimob.


Brigadir J diperbantukan jadi sopir pribadi istri Ferdy Sambo, Putry Chandrawati.

Sementara Bharada E disebut Mabes Polri adalah pelatih ‘vertical rescue’ dan petembak kelas satu di Resimen Pelopor, adalah ajudan Ferdy Sambo.

BACA: Beredar Kabar Irjen Ferdy Sambo akan Dicopot Diganti Brigjen Hendro Pandowo, ST Kapolri Menyusul

Hal itulah yang disorot Ketua Pusat Studi Hukum Kepolisian (PSHK) Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Muhammad Taufiq.

Karena itu, Polri harus menjelaskan secara rinci kasus baku tembak itu kepada publik.

Pasalnya, taufik menyebut, tidak sedikit kejanggalan dalam kasus yang mengheboskan masyarakat hingga memunculkan asumsi dan opini liar.

“Di balik tewasnya Brigadir Joshua, masih menyisakan kejanggalan besar,” kata Muhammad Taufiq, Rabu (13/7/2022).

Namun yang paling disorot sekligus tanda tanya besar adalah kepemilikan senjata api Bharada E.

Bharada, untuk diketahui merupakan singkatan dari Bhayangkara Dua.

BACA: Putry Sambo tak Bisa Tidur, Terguncang sampai Stres Berat

Itu adalah pangkat terendah untuk golongan tamtama.

Urutan pangkat polisi golongan tamtama, yakni Ajun Brigadir Polisi (Abrip), Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu), Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda), Bhayangkara Kepala (Bharaka) Bhayangkara Satu (Bharatu), dan Bhayangkara Dua (Bharada).

Sementara berdasarkan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian, Bharada E sebagai tamtama tidak diperkenankan memegang senjata, kecuali dalam pengamanan tertentu.

“Itu pun (dalam pengamanan tertentu) senjatanya laras panjang, bukan senjata api (laras) pendek,” bebernya.

Karena itu, maka tidak heran kemudian masyarakat memunculkan asumsi liar.

Salah satu isu yang kemudian muncul adalah adanya permasalahan pribadi dalam peristiwa yang menewaskan Brigadir J yang disebut Mabes Polri akibat tembakan Bharada E.

BACA: Putry Chandrawati dan Isu Liar Bersama ‘Hilangnya’ Bharada E dan Irjen Ferdy Sambo

Yakni adanya hubungan gelap Brigadir J dengan istri Ferdy Sambo, Putry Chandrawati.

“Ada rumor tidak sedap yang beredar mengaitkan tewasnya (Brogadir) Josua dengan isu negatif yang sempat berkembang diduga memiliki hubungan istimewa,” tandasnya. (ruh/pojoksatu)