Diungkap Aziz Yanuar, Baku Tembak Ajudan Kadiv Propam Mirip denan KM 50, Ada Buktinya

Peristiwa penembakan km 50 yang disebut Azz Yanuar mirip dengan penembakan ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Salah satu tim pengacara korban KM 50, Aziz Yanuar menduga ada kemiripan kasus baku tembak ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E dengan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kemiripan baku tembak ajudan Kadiv Propam dengan peristiwa KM 50 menurt Aziz Yanuar bisa dilihat dari penanganan yang dilakukan kepolisian.

Salah satunya adalah jenazah Brigadir J tak diperkenankan dilihat dan diminta langsung dimakamkan.

Hal itu sama dengan KM 50 dimana jenazah korban KM 50 juga diperlakukan sama.


“Kemudian diinfokan supaya jenazah langsung dikubur dan dilarang untuk dilihat, benar demikian kah? Mirip dengan kejadian di KM 50 kondisinya,” kata Aziz Yanuar kepada PojokSatu.id, Selasa (12/7/2022).

BACA: Pengamat Kepolisian Geleng-geleng Kepala, Penembakan Ajudan Kadiv Propam Banyak Misteri

Kemiripaan lainnya, kata Aziz, yakni soal rekaman kamera CCTV.

Dikabarkan bahwa rekaman kamera CCTV di kediaman Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo dalam keadana mati saat baku tembak Brigadir J dengan ajudan Ferdy Sambo.

“Infonya CCTV mati dengan alasan kesambet petir. Benar demikian kah? Jika benar semua, maka mirip dengan kejadian di KM 50 kondisinya,” bebernya.

Tak hanya itu, Aziz Yanuar juga membeberkan kejanggalan dalam baku tembak sesama anggota polisi itu.

Kejanggalan itu, yakni pihak kepolisian tak langsung mengungkapkan ke publik baku tembak ajudan Ferdy Sambo kepada publik.

BACA: Analisa Komisi III DPR soal Baku Tembak Ajudan Kadiv Propam dan Brigadir Yosua, Jangan Ditutupi !

Padahal peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7/2022) sore sekitar pukul 17.00 WIB di kediaman Ferdy Sambo.

Selang beberapa hari, kata Aziz, barulah pihak kepolisian mempublish baku tembak tersebut kepada publik.

“Lalu, ada upaya beberapa hari untuk tidak langsung mengemukakan kepada keluarga dari jenazah atas kejadian yang menimpa jenazah. Benar juga demikian kah?” sambungnya.

Pengacara Habib Rizieq Shihab ini juga mempertanyakan luka lebam dan sayatan pada tubuh Brigadir J.

Luka yang didapat anggota Polri yang diperbantukan sebagai sopir pribadi istri Ferdy Sambo, Putry Sambo itu disebut Azz Yanuar mirip dengan jenazah korban KM 50.

BACA: Kompolnas Enggan Berspekulasi Ada ‘Cinta Segitiga’ di Balik Penembakan Ajudan Kadiv Propam

“Infonya ada lebam, sayatan dan jari putus. Jadi, mungkin bisa jadi ada siksaan. Benar gitu kah?” ungkapnya.

Karena itu, Aziz Yanuar kemudian melontarkan sindirian terkait kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu.

Menurut dia, kasus tersebut terlalu banyak misteri.

“Ada banyak dugaan rekayasa yang ditutupi,” sindir Aziz. (fir/pojoksatu)