Ternyata Baku Tembak Tewasnya Ajudan Kadiv Propam Jumat Lalu, Kenapa 4 Hari Kemudian Baru Heboh ?

Foto Brigpol Nopryansah Hutabarat tewas di rumah Kadiv Propam Polri (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Baku tembak yang terjadi di kamar istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ternyata terjadi Jumat (8/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Namun hebohnya kasus ini baru empat hari kemudian.

Diketahui, Brigpol Nopryansah Hutabarat yang merupakan sopir pribadi istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, tewas ditembak setelah mendapat 4 luka tembak.

Pelaku sendiri disebut Ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo yaitu Bharada E.

Luka tembak yang dialami Brigpol Nopryansah Hutabarat tepatnya di dada, tangan, dan leher.


Tidak cuma itu, korban juga mengalami luka sabetan senjata tajam pada beberapa bagian tubuh.

Aksi penembakan itu terjadi di kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Jakarta Selatan pada Jumat (8/7 2022) sekitar 17.00 WIB.

Baca Juga :

Pemicu Baku Tembak di Kamar Istri Kadiv Propam, Brigadir Yosua 7 Kali Tembakan, Bharada E Lima Tembakan

Saat ini jenazah korban Brigpol Nopryansah Hutabarat telah dipulangkan ke kampung halamannya di Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Sementara itu, Mabes Polri sudah melakukan olah TKP. Berdasarkan keterangan dari polisi, olah TKP digelar beberapa hari kemudian atau Senin sore (11/7).

Versi Mabes Polri, pemicu aksi penembakan terhadap Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat yang dilakukan Bharada E karena Brigadir Yosua disebut memasuki kamar pribadi Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Brigadir Yosua juga disebut melecehkan istri Kadiv Propam Polri.

“Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (11/7/2022).

Dia mengungkap, peristiwa penembakan bermula saat istri Kadiv Propam berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh ajudan Kadiv Propam Bharada E yang berada di lantai atas rumah.

“Teriakannya terdengar oleh Bharada E yang berada di Lantai atas sehingga Bharada E turun memeriksa sumber teriakan,” sambung Ramadhan.

Brigadir Yosua pun panik saat melihat Bharada E sudah berdiri di depan kamar istri Kadiv Propam.

“Pertanyaan Bharada E direspons oleh Brigadir J dengan melepaskan tembakan pertama kali ke arah Bharada E,” ungkap Ramadhan.

Berdasarkan hasil olah TKP, Brigadir Yosua melepaskan tembakan sebanyak 7 kali. Sementara Bharada E membalas tembakan Brigadir Yosua dengan melepas 5 tembakan.

Masih kata Ramadhan, Irjen Ferdy Sambo tak berada di lokasi saat peristiwa ini terjadi. Saat kejadian, Kadiv Propam Polri itu sedang melakukan tes PCR Covid-19.

“Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Irjen Ferdy Sambo mengetahui adanya peristiwa itu setelah ditelepon oleh istrinya yang histeris. Irjen Ferdy pun langsung bertolak menuju kediamannya. (ral/fir/pojoksatu)