Pernah Gandeng ACT di Jakarta, Begini Tanggapan Anies Baswedan Soal Kasus yang Menjerat ACT

Anies Baswedan tanggapi soal ACT(ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Pemprov DKI Jakarta pernah menggandeng ACT di program Jakarta Care Line. Terkait kasus yang menjerat kini, Gubernur DKI Anies Baswedan hanya memberi tanggapan begini.

Menanggapi kasus yang menjerat saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan soal ACT ini.

Diketahui, Aksi Cepat Tanggap (ACT) tengah menjadi sorotan karena diduga telah melakukan skandal penyelewengan dana donasi. Dan ACT ini ternyata pernah digandeng DKI Jakarta dalam kegiatan tahun 2020 lalu.

“Kita menghormati proses hukum, apalagi proses audit. Biarkan aturan hukum yang menjadi rujukan kita,” kata Anies usai menyembelih hewan kurban di kawasan Lebak Bulus, Jaksel, Minggu (10/7).


Menurut Anies, jika berkomentar atau bertindak sebelum ada data dan kesimpulan yang lengkap maka dikhawatirkan hanya akan menghakimi berdasarkan opini.

Baca Juga :

Dugaan Penyelewengan Dana Umat ACT, PSI Tantang Anies Baswedan Buka Data Kerja Sama dengan ACT

“Kita sebagai penyelenggara negara harus mengambil sikap yang bertanggungjawab,” jelasnya.

“Dan salah satu sikap bertanggungjawab adalah mengambil keputusan berbasis data, berbasis kelengkapan informasi, seperti ketika kita menangani Covid-19,” ujar Anies lagi.

Teranyar, izin penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) bagi yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dicabut Kementerian Sosial RI.

Pencabutan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap dan ditandatangani oleh Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi.

“Pertimbangannya ada indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Sosial sampai nanti menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal, baru akan ada ketentuan sanksi lebih lanjut,” kata Muhadjir Effendi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/7).

Seperti diketahui, Pemerintah DKI Jakarta pernah menggandeng ACT dalam program Jakarta Care Line.

Program ini adalah pengembangan dari program Humanity Care Line yang merupakan kerja sama Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan layanan pangan gratis kepada masyarakat khususnya daerah ibukota Jakarta. Program ini diluncurkan pada Sabtu, 2 Mei 2020, lalu di Kantor Pusat ACT di Menara 165, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari laman milik ACT, act.id.

Laman itu menyebutkan, selama pandemi Covid-19, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meredam dampak sosial ekonomi dari wabah tersebut. Salah satunya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program Jakarta Care Line. Diluncurkan pada Sabtu, 2 Mei 2020, Jakarta Care Line menjadi bentuk nyata dari sinergi ACT dan Pemprov DKI Jakarta yang dijalin sebelumnya dalam gerakan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Jakarta Care Line merupakan layanan pengadaan pangan gratis berbasis teknologi sebagai solusi untuk pemenuhan kebutuhan pangan, utamanya beras, bagi warga DKI Jakarta yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19.

Peluncuran ini, masih dikutip dari act.id, dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin, dan Presiden ACT Ibnu Khajar di Menara 165.

Anies Baswedan menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah inovasi dalam kolaborasi di bidang sosial di tengah pandemi yang menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi.

“Hari ini Jakarta sedang mengalami masalah besar karena kegiatan ekonomi diturunkan. Karena itu kami memberikan bantuan sosial yang terus dilakukan secara berkala,” kata Anies.

Di Jakarta terdapat 3,5-3,6 juta kepala keluarga, terdapat 1,2 juta KK yang masuk daftar mereka yang membutuhkan.

Namun, kondisi saat ini, yang mulanya mereka tidak terdata berpenghasilan rendah, sekarang jumlahnya yang memerlukan bantuan semakin meningkat.

“Saya mengapresiasi ACT yang langsung bertindak cepat di mana menciptakan sebuah sistem yang bisa menghubungkan antara mereka yang memiliki harta lebih, dapat memberikan langsung ke mereka yang membutuhkan,” ungkap Anies Baswedan saat menghadiri acara ACT itu. (ral/rmol/pojoksatu)