Sepakat dengan Pernyataan Menteri BUMN, BEM RI ajak Mahasiswa Berkolaborasi dengan Pemerintah

Erick Thohir-Menteri-BUMN

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua BEM Republik Indonesia Muhamad Abdul Muhtar menanggapi ajakan Mentri BUMN Erick Thohir yang menyebut agar mahasiswa tidak hanya sibuk di pergerakan tetapi harus mampu mengisi peluang-peluang yang ada untuk menghadapi tantangan masa depan.

Abdul Muhtar pun sepatakat dengan ucapan Erick Thohir tersebut. Pasalnya apa yang dipaparkan Erick itu merupakan potensi Indonesia untuk menjadi negara besar dan maju.

“Saya rasa sudah tepat apa yang di katakan Erick Thohir mengenai itu. Karena kita selaku mahasiswa sebagai subjek pembangunan dan menjadi agen perubahan untuk bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab yang sangat besar,” kata Abdul Muhtar dalam keterangannya, Sabtu (9/7/2022).

Menurut Muhtar, tidak ada kata yang salah dalam ucapan Erick Thohir karena dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan mengenai 5 tren disrupsi global yang harus siap dihadapi Indonesia untuk mewujudkan Indonesia 2045.


Lima tren disrupsi global yang disampaikan Erick itu meliputi geo-ekonomi, demografi, lingkungan, teknologi, dan kesehatan.

“Jadi kita juga harus bisa memahami materi yang disampaikan Erick Thohir secara menyeluruh agar bisa dapat kita fahami subtansinya,” ujarnya.

BACA : Tak Lazim Kunjungan Erick Thohir ke Petinggi Partai Politik, Tak Jauh dari Perahu Pilpres 2024

Karena itu Muhtar mengajak para mahasiswa kerjasama dengan pemerintah agar menjadi bagian dari solver (penyelesai masalah) yang dihadapi bangsa ini.

“Saya yakin penyelesaian masalah Bangsa ini pasti butuh kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, terutama ahasiswa sebagai ujung tombak dari wajah Indonesia kedepan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Mentri BUMN Erick Thohir menjadi narsum pada kuliah umum yang bertajuk “Kolaborasi BUMN dan Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Generasi Digital di era Disrupsi” di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Selasa (5/7/2022)

Dalam kesempatan itu, Erick mengajak para generasi muda agar tak hanya sibuk di pergerakan, tetapi harus sibuk mengisi peluang-peluang yang ada dengan pendidikan, profesionalisme, dan juga sebagai pengusaha baru Indonesia.

“Jangan hanya sibuk pergerakan. Sudah waktunya hari ini kalian semua mengisi, karena lihat nanti di Indonesia itu jumlah penduduknya 318 juta, middle class-nya, kelas menengahnya 223 juta, ini besar sekali,” kata Erick Thohir. (fir/pojoksatu)