Kurikulum Pendidikan Sudah 12 Kali Berubah, PPPK Guru 2022 Disodori Kurikulum Merdeka

Murid SD belajar di kelas. Kurikulum Merdeka diterapkan mulai 2022.
Murid SD belajar di kelas. Kurikulum Merdeka diterapkan mulai 2022. (Hendi/Radar Bogor)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ganti menteri, ganti kurikulum. Itulah yang terjadi di Indonesia. Setiap kali ganti menteri, pasti muncul kurikulum pendidikan yang baru.

Kurikulum pendidikan sudah 12 kali berganti sejak Indonesia merdeka. Mulai dari kurikulum 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2006, 2013, dan kurikulum 2022.

Kurikulum 2022 dikenal dengan istilah Kurikulum Prototipe, yaitu kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).

Kurikulum Prototipe kemudian diubah menjadi Kurikulum Merdeka dan akan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2022/2023.


Implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan mulau tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru yang lulus seleksi pendaftaran PPPK 2022 akan disodori Kurikulum Merdeka ini.

BACA : Syarat Pendaftaran PPPK Guru 2022, Pelamar Umum Harus Persiapkan Dokumen Ini

Kurikulum Merdeka dilaksanakan mulai 2022 hingga 2024. Setelah itu, kurikulum tersebut kemungkinan berubah lagi.

Perubahan Kurikulum 2024 akan menyesuaikan dengan UU Pendidikan dan Layanan Psikologi yang baru disahkan DPR RI dalam Rapat Paripurna di Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Bantul Terapkan Kurikulum Merdeka

Sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mulai menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Isdarmoko mengatakan tahun ajaran baru akan dimulai pada 11 Juli 2022.

“Kami sepakat besok diluncurkan secara serentak bahwa semua sekolah di Bantul dari jenjang TK, kemudian SD, SMP khususnya yang negeri untuk melaksanakan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) secara mandiri,” kata Isdarmoko.

BACA : UU Pendidikan dan Layanan Psikologi Disahkan, Kurikulum Bakal Berubah Lagi

Kurikulum Merdeka memiliki tiga kategori, yaitu IKM Belajar, IKM Berubah, dan IKM Berbagi.

Setelah selesai melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), tahapan selanjutnya adalah daftar ulang antara 7 dan 8 Juli 2022, kemudian diiuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan penjelasan-penjelasan.

“Untuk persiapan guru-guru, sudah dimulai sejak kemarin. Kami sampaikan bahwa sekolah semua harus mempersiapkan langkah-langkah tentang implementasi kurikulum merdeka itu, terutama kaitannya dengan pengisian di aplikasi, sudah kami sosialisasikan agar semua aktif,” katanya.

Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah merupakan program baru. Bantul akan menerapkannya secara mandiri.

“Istilahnya belajar mandiri melalui laman yang ada di website kementerian. Jadi, ada surat edaran dari kementerian tentang IKM,” ucapnya. (one/pojoksatu)