Bareskrim Tangkap Lagi Bos Indosurya Henry Surya, Alvin Lim Puji Kabareskrim : Itu Jenderal Bernyali

Ketua Pengurus LQ Law Firm Indonesia Alvin Lim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sempat dibebaskan, Bareskrim Polri resmi tangkap lagi Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Henry Surya.

Henry Surya kembali ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) sebagai tersangka kasus dugaan penipuan investasi bodong.

Bos KSP Indosurya itu ditahan sampai 20 hari kedepan di Rutan Bareskrim Polri, per hari ini, Jumat (8/7/2022).

Menanggapi penangkapan kembali Bos Indosurya Henry Surya, Ketua Pengurus LQ Law Firm Indonesia Alvin Lim mengapresiasi Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mewakili ribuan korban dugaan penipuan KSP Indosurya.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim yang bekerja menangani kasus tersebut.

“Terima kasih Komjen Agus Andrianto. Kabareskrim terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Berani secara publik mengumandangkan perang melawan penjahat skema ponzi,” ujar Alvin dalam keterangan yang diterima PojokSatu.id, Jumat (8/7/2022).

BACA: Kejagung Keluarkan P19 Mati Kasus Indosurya, Alvin Lim : Kejagung dan Jampidum Mau Bodohi Masyarakat

Alvin Lim juga menyebut Komjen Agus Andrianto sebagai jenderal polisi yang memiliki keberanian dan ketegasan.

“Itu jenderal bernyali, bukan banci dan cemen layaknya oknum polisi yang menerima suap dari penjahat,” ucap dia.

Alvin menuturkan, dirinya mengatahui persis proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik terkait kasus dugaan penipuan Indosurya.

“Saya harap Kabareskrim Agus bisa jadi Hoegeng masa kini dan memberikan jiwa baru bagi Korps Bhayangkara,” tutur Alvin.

Di sisi lain, Alvin Lim menyoriti Kejaksaan Agung yang dinilai tak bisa berkoordinasi baik dengan kepolisian untuk memberantas pelaku dugaan penipuan investasi bodong.

Itu didasarkan pada P19 ‘mati’ yang menurut Alvin Lim malah mempersulit proses hukum kasus dugaan penipuan KSP Indosurya.

BACA: Gelar Perkara Dugaan Pemalsuan Eks Pengacara Korban Indosurya Dipertanyakan

“Sebaiknya dicopot saja Jaksa Agung dan Jampidum karena tidak berhasil memproses dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberantas penjahat investasi bodong.”

“KPK wajib awasi oknum Kejaksaan Agung karena tidak mungkin muncul modus P19 mati tanpa adanya dugaan transaksi kasus,” kata Alvin Lim.

Karena itu, Alvin mengimbau seluruh korban dugaan penipuan KSP Indosurya terus bersemangat dan tak putus asa.

“Kepolisian sudah beri komitmen, harus kita percaya dan gunakan kesempatan ini,” kata Alvin.

Ia juga mempersilahkan kepada siapa pun yang merasa jadi korban dugaan penipuan KSP Indosurya tak segan bila membutuhkan bantuan pendampingan hukum.

“Bisa hubungi 0818-0489-0999 (LQ Jakarta) atau 0818-0454-4489 (LQ Surabaya),” tandas Alvin Lim. (*/ruh/pojoksatu)