Doni Salmanan Ditahan di Lapas Narkotika Jelekong Kabupaten Bandung

Doni Salmanan (pakai batik) tiba di Kejati Jabar, Selasa (6/6/2022)

POJOKSATU.id, BANDUNGDoni Salmanan ditahan di Lapas Narkotika Jelekong, Kabupaten Bandung, bukan di Rutan Kebon Waru Bandung.


Sebelumnya Bareskrim Polri telah melakukan penyerahan tahap dua kasus trading ke Kejati Jawa Barat, pada Selasa (5/7/2022) kemarin.

Saat itu, Wakajati Jabar Didi Suhardi menjelaskan bahwa Doni dititipkan di Rutan Kebon Waru Bandung.


Namun saat ditelusuri ke Rutan Kebon Waru Bandung, Karutan Klas I Bandung Riko Stiven menyatakan tidak ada tahanan titipan atas nama Doni Salmanan.

“Saya dengar memang akan ke Rutan Bandung, setelah kami cek tidak ada,” kata Riko, Kamis (7/7/2022).

BACA: Bareskrim Serahkan 126 Barang Buktu Milik Doni Salmanan ke Kejati Jabar, Mulai Dari Mobil, Jam Hingga Buku Rekening

Kasipenkum Kejati Jabar, Sutan Harahap mengklarifikasi perihal lokasi penahanan Doni Salmanan.

“Jadi terdakwa Doni ditahan di Lapas Jelekong, meski lapas ini khusus narkotika,” kata Sutan.

Sutan menyatakan, pihaknya memiliki sejumlah pertimbangan dalam penahanan Doni Salmanan.

“Hal ini karena kasus ini viral dan mendapat perhatian maka kita titipkan di Lapas Jelekong, tidak jadi di Kebon waru,” jelas Sutan.

Sutan menambahkan, bahwa posisi kasus yang dilakukan Doni sesuai locus de licti di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

BACA: Doni Salmanan Pakai Batik, Dilimpahkan Bareskrim ke Kejati Jabar

“Sesuai locus de licti kasus yang dilakukan Doni, bahkan untuk persidangan pun di wilayah Hukum Pengadilan Negeri Bale Bandung, dimana Kejari Bale Bandung akan menurunkan tim Jaksa yang nanti melakukan penuntutan kasus trading ini,” paparnya.

Terpisah Kepala Pengamanan Lapas Jelekong, Michi membenarkan bahwa sosok yang dulu dikenal sebagai crazy rich Bandung itu ditahan di Lapas Jelekong.

“Benar, Doni Salmanan ditahan di Lapas Jelekong,” paparnya.

Saat ditanya ditahan di blok berapa, Michi tak menjelaskan rinci.

“Terdakwa Doni mengikuti kegiatan mapeling di lapas, sesuai aturan bagi tahanan baru,” singkatnya. (rif/pojoksatu)