Pengacara Habib Rizieq Bela Mati-matian ACT, Minta Masyarakat dan Donatur tak Percaya Berita Miring

Aziz Yanuar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menanggapi kasus dugaan penyelewengan dana umat di ACT Aksi Cepat Tanggap.

Aziz Yanuar meminta umat Islam tak serta merta mempercayai ramai pemberitaan dugaan penyelewengan dana umat di ACT tersebut.

“Untuk penyelewengan sudah ditanggapi oleh pihak ACT,” katanya kepada PojokSatu.id, Selasa (5/7/2022).

Ia juga meminta publik tak menghakimi ACT secara sepihak.


Menurutnya, permasalahan ini harus dilihat dari dua sisi yang berbeda.

“Kita harus terbiasa untuk mendengar menyeluruh, baru tanggapi,” kata Aziz Yanuar.

BACA: Bos ACT Makin Terpojok, Giliran Kemensos Turun Tangan, ACT Terancam Dibekukan dan Ditutup

Aziz Yanuar juga mengingatkan para donatur ACT agar tak mudah percaya dengan pemberitaan miring perihal penyelewengan dana umat tersebut.

“Kita harus hormati penjelasan dari ACT secara resmi,” ujarnya.

Dia juga mengomentari dugaan adanya aliran dana ACT ke jaringan teroris.

Menurutnya, aparat penegak hukum tidak bisa begitu gampanya menuding ada dana ACT dikirimkan ke jaringan terorisme.

“Mengenai dugaan ke jaringan teroris harus dibuktikan riil dan aksi teror apa? Karena kalau bicara jaringan itu subjektif,” ujarnya.

Sebaliknya, Aziz malah menyinggung aliran dana ke Organisasi Papua Merdeka (OPM).

BACA: Dugaan Aliran Dana ke Teroris Tengah Diselidiki, Kabar tak Enak dari Densus 88 buat Petinggi ACT

Sebab semestinya, pemerintah melakukan pengusutan. Tapi hal itu tidak pernah dilakukan.

“Ada aliran (dana) ke OPM yang membunuhi rakyat dan aparat. Mari bicara teror itu riil, bukan ilusi,” tandas Aziz Yanuar.

Sementara, Plt Waketum PA 212 Novel Bamukmin mengaku tak mempermasalahkan jika aparat penegask hukum melakukan pengusutan atas dugaan penyelewengan dana umat di ACT.

“Silakan diusut secara transparan oleh masing-masing pihak agar umat Islam tahu peristiwa yang sebenarnya,” kata Novel kepada JPNN.com, dikutip PojokSatu.id, pada Selasa (5/7/2022).

Akan tetapi, Novel meminta agar kasus dugaan penyelewengan dana umat itu tidak ditunggangi kepentingan politik.

“Jangan sampai ditunggangi kepentingan politik untuk mengkriminalisasi yang tidak sejalan,” sambungnya.

BACA: Lukman Hakim Ungkap ACT Ternyata Pernah Danai Kelompok Al Qaeda dan Perusuh di Bangladesh, Ini Bukti Investigasinya

Sebaliknya, Novel Bamukmin malah menyinggung soal kasus-kasus korupsi yang dilakukan di pemerintahan Jokowi.

“Yang lebih penting kasus mega korupsi di rezim ini juga jangan terlupakan untuk diusut,” kata dia. (fir/ruh/pojoksatu)