Nah Lho, Ternyata Ahyudin dan Ibnu Khadjar Pernah Dilaporkan Kasus Penipuan, Lucunya Si Pelapor Ternyata Petinggi ACT

ACT

POJOKSATU.id, JAKARTA- Eks Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khadjar ternyata pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri sejak 2021 lalu terkait kasus dugaan kasus penipuan atau keterangan palsu dalam akta otentik.

Laporan keduanya telah teregistrasi dengan nomor LP/B/0373/VI/2021/Bareskrim tertanggal 16 Juni 2021. Keduanya dilaporkan oleh mantan petinggi ACT, Syahru Haryansah.

Laporan tersebut telah dibenarkan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Selasa (5/7/2022).

“Iya pernah dilaporkan, kasusnya masih penyelidikaN,” kata Andi.


Jendral bintang satu ini menuturkan, penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap kedua terlapor yakni Ahyudin dan Ibnu Khadjar.

Hasil pemeriksaan, status keduanya masih sebagai saksi. Namun, kata dia, saat ini penyidik kembali melakukan penyelidikan kasus tersebut guna untuk mencari pidananya.

BACA : Pimpinan DPR Minta Polri Usut Tuntas Penyelewengan Dana ACT Hingga Tuntas

“Penyelidikan lagi untuk memfaktakan pidanya,” ujarnya.

Sebelumnya, Densus 88 juga tengah menyelidiki adanya dugaan aliran dana ACT atau Aksi Cepat Tanggap kepada jaringan teroris.

Selain itu Densus 88 juga berencana akan memanggil para petinggi lembaga yang bergerak mengumpulkan donasi masyarakat.

Namun belum bisa dibeberkan kapan jadwal pemeriksaan para petinggi lembaga kemanusiaan tersebut.

“Iya (bakal dipanggil para petinggi) saat ini Densus 88 masih melakukan penyelidikan terhadap masalah ini,” kata Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar. (fir/pojoksatu)