Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyuddin Dirikan GMC Global Moeslim Charity, Modelnya Sama Persis

Ahyudin (tengah) dalam deklarasi Global Moeslim Charity (GMC) DKI Jakarta. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sosok Ahyudin, pendiri ACT Aksi Cepat Tanggap viral karena diduga melakukan penyelewengan dana umat yang disumbangkan dan didonasikan melalui ACT.

Itu usai majalah Tempo menurunkan berita headline berjudul ‘Kantong Bocor Dana Umat’.

Dalam majalah itu, nama Ahyuddin disebut-sebut telah menyelewengkan dana umat untuk kepentingan pribadi.

Akibatnya, Ahyuddin dipaksa untuk mengundurkan diri atau dilengserkan oleh petinggi ACT dari kursi Presiden ACT.


Kabarnya, Ahyudin dilengserkan pada 11 Januari 2022 lalu.

Kini Ahyuddin kabarnya mendirikan lembaga baru yang menyerupai ACT dan juga bergerak di bidang kemanusiaan.

BACA: Pengacara Habib Rizieq Bela Mati-matian ACT, Minta Masyarakat dan Donatur tak Percaya Berita Miring

Hal itu sebagaimana unggahan akun Twitter @tukangrosok yang mengungkap Ahyudin telah mendiri lembaga baru yang sama persis dengan ACT.

“Waspadalah?? Mantan Presdir ACT bikin lapak baru,” tuli @tukangrosok, dikutip PojokSatu.id, Selasa (5/7/2022).

Dalam cuitan itu, juga diunggah foto Ahyudin dengan latar Global Moeslim Charity GMC yang diduga nama lembaga baru milik Ahyuddin.

Dari foto tersebut juga diketahui bahwa GMC mengusung tagar #BebaskanKemiskinan untuk mencari donasi.

Cuitan @tukangrosok itu ditanggapi beragam oleh netizen.

“Pelapak donatur pertikelir dari menjual ayat dan dalil kemanusiaan. Menggiurkan jasa kelola dana umat,” ucap akun @Sigr**.

BACA: Bos ACT Makin Terpojok, Giliran Kemensos Turun Tangan, ACT Terancam Dibekukan dan Ditutup

“Lapak penipuan ummat dr kaum laknatullah,” kata akun @Bis**.

Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id, Ahyudin pernah mengunggah foto tersebut di akun media sosialnya.

Foto Ahyudin dengan latar belakang Global Muslim Charity itu diunggah pada 30 Juni 2022.

Dalam unggahan itu, pendiri ACT yang sudah ditendang dari lembaga yang didirikannya itu juga menuliskan narasi panjang.

Intinya, narasi tersebut tidak lain berkenaan dengan sedekat dan lembaga pengumpul donasi.

Menurut Ahyudin, ada empat tantangan yang saat ini dihadapi. Salah satunya bahwa sedekah belum menjadi idealisme dan kebiasaan masyarakat.

BACA: BACA: Dugaan Aliran Dana ke Teroris Tengah Diselidiki, Kabar tak Enak dari Densus 88 buat Petinggi ACT

Selain itu, pemahaman, kesadaran dan keistiqomahan masyarakat terhadap ibadah sedekah masih sangat rendah.

“Sedekah sejatinya menjadi jalan keluar dari kesulitan apa pun termasuk kesulitan ekonomi,” tulis Ahyudin.

Sementera, sejumlah media juga pernah memberitakan soal deklarasi Global Muslim Charity GMC DKI Jakarta.

Deklarasi Global Muslim Charity GMC DKI Jakarta itu dilakukan di Beltway Office Park, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Ahyudin hadir sebagai Presiden GMC Nasional. (muf/pojoksatu)