Yang Bilang Jokowi Gagal Salah Besar, Nggak Ngerti aja Jokowi juga Bawa Misi Tersembunyi ke Ukraina dan Rusia

Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan keterangan pers usai pertemuan di Istana Kremil bahas perdamaian Rusia dan Ukraina. Foto BPMI Setpres

POJOKSATU.id, JAKARTA – Banyak pihak menilai kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia membawa misi perdamaian, gagal.

Salah satu alasannya adalah, karena Rusia masih terus melancarkan serangan ke Rusia, pasca Jokowi menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun anggapan Jokowi gagal bawa misi perdamaian di Ukraina dan Rusia itu tak diamini Yenny Wahid.

Sebab, putri Presiden Keempat RI Gus Dur itu melihat bahwa Jokowi sejatinya tidak hanya membawa misi perdamaian saja.


Sebaliknya, pemilik nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh itu menyebut ada misi lain yang dibawa Jokowi saat menemui kedua pemimpin negara yang sedang berkonflik itu.

Pandangan itu disampaikan Yenny Wahid melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (2/7/2022).

BACA: Jokowi di Depan Putin : Saya Siap jadi Jembatan Rusia dan Ukraina

Menurutnya, kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia tidak bisa ditafsirkan gagal hanya karena Rusia kembali melancarkan serangan ke Ukraina.

Salah satu misi lain yang dibawa Jokowi dalam kunjungan ke dua negara itu adalah untuk mengamankan rantai pasokan bahan makanan dan enerji.

“Indonesia adalah salah satu pengimpor terbesar tepung gandum karena rakyat kita doyan makan mie instan,” beber Yenny Wahid.

Analisa Yenny Wahid, bahwa konflik Ukraina dan Rusia itu bisa membawa dampak kenaikan harga pangan di Indonesia.

Di antaranya adalah untuk memperjuangkan agar pasokan gandum dari Ukraina bisa keluar ke pasar bebas, termasuk ke Indonesia.

“Agar tidak terjadi kenaikan harga bahan makanan seperti kasus minyak goreng,” tekan dia.

BACA: Didatangi Jokowi di Moskow, Ini Kalimat yang Disampaikan Putin soal Ukraina, Tanpa Basa-basi

Selain bahan pangan, misi lain adalah mengamankan pasokan pupuk dari Rusia dan Ukraina.

Sebab jika sampai tersendat, bisa dipastikan akan berakibat pada nasib petani.

Hal lain yang diungkap Yenny Wahid adalah kedua pimpinan negara yang sama-sama bisa menerima kedatangan Presiden Jokowi.

Baik Ukraina maupun Rusia. Sebab, tidak banyak sosok yang bisa diterima kedua pemimpin negara tersebut.

Karena itu, semestinya publik Tanah Air juga menghargai dan bangga dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi di Ukraina dan Rusia.

BACA: Jokowi Terbang ke Kawasan Perang Ukraina dan Rusia, Misinya Jumpa Zelensky dan Putin, Mau Ajak Damai

“Tidak banyak orang bisa diterima dua belah pihak, karenanya kita musti berbangga Presiden kita mampu melakukan terobosan itu,” tandas Yenny Wahid. (ruh/pojoksatu)