Ternyata Tjahjo Kumolo Keturunan Sunan Kalijaga, Suka Bersemedi di Makam-makam Wali Songo

Menpan RB Tjahjo Kumolo disebut keturunan Sunan Kalijaga (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Menpan RB Tjahjo Kumolo ternyata trah atau keturunan Wali Songo Sunan Kalijaga. Tjahjo semasa hidup juga mengaku sering semedi di makam-makam Wali Songo.

Selama hidup, Tjahjo Kumolo suka mengoleksi keris. Lelaki kelahiran Solo, 1 Desember 1957 itu mengaku sebagian koleksi kerisnya merupakan pemberian orang lain.

Percaya atau tidak, ada juga keris yang dikoleksinya muncul begitu saja secara gaib.

Tempat-tempat keramat juga menjadi lokasi yang lazim dikunjungi Tjahjo Kumolo. Ia suka bersemedi di makam para sunan atau Wali Songo.


“Paling banyak ya di makam Sunan Kalijaga (di Kelurahan Kadilangu, Kabupaten Demak) karena saya masih trahnya,” tutur Tjahjo Kumolo beberapa tahun lalu seperti dikutip dari detikcom.

Selain keris, Tjahjo Kumolo juga gemar mengoleksi buku. Ribuan buku memenuhi jejeran rak panjang di ruang kerjanya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Baca Juga :

Honorer Kira Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia Hoax, Langsung Menangis Ada Hutang Budi Honorer Banyak Diangkat PPPK

Buku-buku itu merupakan koleksinya selama menjadi Menteri Dalam Negeri selama periode 2014-2019.

Selain politik dan filsafat, biografi sejumlah tokoh dunia menghiasi rak bukunya.

Koleksi keris di kediamannya ada lebih dari seratus buah yang berasal dari Kerajaan Kediri, Singosari, Mataraman (Yogyakarta dan Solo), hingga Madura dan Bali.

Ada keris pegangan raja, patih, para menteri, panglima perang, dan lainnya.

Sebelum resmi menjadi koleksi pribadinya, pada 4 Juni 2018, Tjahjo Kumolo pernah melaporkan keris komando bertakhta intan dari masa Majapahit atau abad ke-14 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain keris, yang menjadi koleksi di rumahnya di kawasan Jalan Potlot, Kalibata, adalah foto-foto jadul, lukisan, hingga patung berunsur hewan, dari gajah sampai harimau.

Tjahjo Kumolo juga mengoleksi batu dari Gunung Lawu pada 1985.

Tiga keris asal Bali dan Jawa, serta golok berbahan baja sepanjang lebih dari satu meter yang badannya bertuliskan doa-doa berbahasa Arab pernah disertakan dalam Pameran Keris Nusantara di Gedung DPR-RI, 20 Mei 2015.

Istri Tjahjo Kumolo, dr Erni Guntarti mengungkap bahwa suaminya ingin meninggal dalam tugas.

Erni mengatakan sebulan terakhir ini, Tjahjo Kumolo memiliki kebiasaan baru yakni mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an saat tidur sampai pagi hari. (ral/int/pojoksatu)