Massa FPI dan PA 212 Ancam Tak Pilih Tri Adhianto di Pilkada 2024 Gara-gara Holywings Forest Summarecon

FPI dan PA 212 serta GNPF mengancam tak memilih Plt Walikota Bekasi gara-gara Holywings (ist)

POJOKSATU.id, BEKASI— Ratusan massa ormas Islam yang tergabung ke dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 hingga Front Persaudaraan Islam (FPI) berdemo di depan Balaikota Bekasi terkait Holywings Forest Summarecon.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi tersebut diikuti oleh ratusan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Persaudaraan Islam (FPI).

Dalam aksinya tersebut, massa aksi mengecam Pemkot Bekasi untuk menutup Holywings Forest Summarecon secara permanen.

Hal ini disebabkan, pihak Holywings telah melecehkan nama Muhammad lewat promo minuman kerasnya.


Selain itu juga, masa aksi mengecam tidak akan memilih Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto jika tidak melakukan yang diminta para masa aksi.

Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, menantang Plt Wali Kota Tri Adhianto untuk menutup permanen Holywings Forest di Summarecon Kota Bekasi.

Baca Juga :

Manajemen Holywings Ngotot Ogah Tanggung Jawab, Promosi Miras Itu Semua Salah Karyawan

Slamet Maarif mengatakan, bahwa terbentuknya Holywings sudah membuat muak umat Islam karena dinilai melakukan kemaksiatan.

Ditambahkan, pihak Holywings kini melakukan penistaan agama terhadap umat Islam.

”Ditambah dengan menistakan agama kita, menistakan Rasul kita, maka muaknya menjadi muntah,” ucap Slamet Maarif dalam orasinya di mobil komando, Jumat (1/7/2022).

Slamet langsung menantang Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto selaku kepala daerah untuk menutup Holywings secara permanen.

Pasalnya, penutupan yang dilakukan Pemkot Bekasi beberapa hari lalu masih dianggap sementara karena tidak memenuhi sejumlah izin.

”Maka kita saksikan hari ini apakah Pak Plt mencintai Rasul atau melindungi Holywings. Kalau sampai pak Plt tidak tanda tangan hari ini, gak cabut izinnya, dia punya hajat di 2024, dipilih jangan?” tanya dia ke massa peserta aksi.

Aksi massa langsung melantangkan jawaban mereka satu suara. Aksi massa juga sepakat untuk menolak memilih Tri Adhianto jika Tri tidak dapat melakukan penyegelan permanen.

”Jangan!!,” jawab aksi massa. (dil/pojoksatu)