Lebih Tegas dari Anies, Pemkab Tangerang Tutup Permanen Holywings, Berani Niru ?

Satpol PP Pemkab Tangerang menutup outlet Holywings. Foto: Fin.co.id

POJOKSATU.id, TANGERANG – Pemkab Tangerang menutup permanen tiga outlet Holywings di Kabupaten Tangerang menyusul heboh promo miras gratis untuk Muhammad dan Maria.

Fakta lain yang ditemukan, dua dari tiga outlet Holywings itu selama ini ternyata belum memiliki izin operasional dan masih dalam proses pengurusan.

Dua outlet itu berada di kawasan BSD Pagedangan, dan Lippo Karawaci. Sedangkan satunya lagi ada di kawasan Gading Serpong.

Outlet di Gading Serpon tersebut, sudah mengantongi izin operasional.


Dengan adanya kasus berbau SARA ini, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan tidak akan melanjutkan proses perizinan Holywings.

Selain itu, Zaki juga memastikan menghentikan semua kegiatan usahanya secara permanen.

BACA: Di Depan Anggota Dewan, Manajemen Holywings Tebar Janji

“Ada dua yang baru, yang di BSD dan di Lippo Karawaci. Itu yang kita tidak dilanjutkan proses perizinannya,” kata Zaki, Rabu (29/6/2022).

Zaki menyatakan, promo miras gratis Holywings itu sudang sangat meresahkan masyarakat luas.

Tak hanya warga di Jakarta. Masyarakat di Kabupaten Tangerang juga sangat terdampak dengan kejadian itu.

“(Promo) Yang mereka buat sudah meresahkan masyarakat secara luas, termasuk masyarakat kabupaten Tangerang,” ujarnya dikutip PojokSatu.id dari fin.co.id.

Zaki mengungkapkan, penutupan secara permanen tiga outlet Holywings di Kabupaten Tangerang itu tidak hanya karena desakan masyarakat.

Akan tetapi, tempat hiburan malam itu juga telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 20 Tahun 2004 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

BACA: Pernyataan Terbaru Holywings di Depan Anggota Dewan, Karyawan yang Salah Bukan Manajemen

“Ini bukan semata-mata karena desakan masyarakat, karena yang terganggu itu ketertiban umum, kalau ketertiban umum masyarakat kabupaten Tangerang juga terdampak,” paparnya

Sedangkan kasus berbau SARA Holywings yang kini sedang bergulir di kepolisian, juga sudah tidak bisa lagi ditolerir lagi.

“Ini juga pelajaran buat yang lainnya jangan sembarangan bikin acara,” tandasnya. (ruh/pojoksatu)