Holywings Jakarta Ditutup, Gus Miftah : Jangan Sampai Kita Jadi Orang MTS

Gus Miftah Holywings
Gus Miftah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 12 outlet Holywings Jakarta resmi ditutup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pencabutan izin outlet Holywings Jakarta membuat ribuan karyawan kehilangan pekerjaan. Mereka terkena dampak kasus promosi minuman Alkohol yang mengandung SARA.

Gus Miftah mengingatkan para karyawan Holywings Jakarta harus yakin dengan rezeki yang Allah SWT sudah sediakan.

“Holywings tutup, banyak yang bertanya dan berkata, bagaimana dengan nasib karyawannya, rezekinya dan lain sebagainya,” ujarnya lewat video yang diunggahnya di akun Instagram-nya.


“Saudaraku orang yang meragukan rezekinya, berarti meragukan sang pemberi rezekinya. Yakinlah Allah memberikan hidup pasti memberikan kehidupan, bahwa binatang melata pun rezekinya ditanggung oleh Allah SWT,” sambung Gus Miftah.

BACA : Di Depan Anggota Dewan, Manajemen Holywings Tebar Janji

Pria 40 tahun ini tidak ingin umat Islam meragukan rezeki Sang Pencipta, hingga menjadi musyrik.

“Maka jangan sampai kita jadi orang MTS, Musyrik Tanpa Sadar. Siapa mereka? Orang-orang yang meragukan rezeki dari Allah SWT,” jelasnya.

Pemilik nama Miftah Maulana Habiburrahman ini juga mendoakan karyawan Holywings. “Kita doakan kawan-kawan Holywings mendapatkan rezeki lebih baik dan halal, aamiin,” harap Gus Miftah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings karena dianggap melanggar.

Pencabutan izin Holywings Jakarta merujuk pada arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta jajarannya memberikan tindakan tegas terhadap Holywings.

BACA : Manajemen Holywings Ngotot Ogah Tanggung Jawab, Promosi Miras Itu Semua Salah Karyawan

Pencabutan izin oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta tersebut berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta, Benny Agus Chandra menegaskan bahwa ada 12 outlet Holywings Group yang dicabut izin usahanya.

“Sesuai arahan Gubernur untuk bertindak tegas, sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Benny dalam keteranganya di Jakarta, Senin, 27 Juni 2022.

Holywings Jakarta Bisa Dibuka Kembali

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bar Holywings dapat dibuka kembali jika izin usahanya memenuhi persyaratan dengan aturan ketentuan administrasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Ya sejauh persyaratan izin-izinnya dapat dipenuhi sesuai dengan aturan ketentuan ya siapa saja yang punya usaha diperbolehkan,” kata Riza dalam keterangannya pada Rabu (29/6).

Kemudian, menurut Riza, dia tidak menanggapi soal Holywings akan berganti nama atau tidak, yang jelas seluruh pelaku usaha atau bisnis di Indonesia khususnya bar harus lebih berhati-hati dalam membuat promosi maupun konten untuk menarik pengunjung.

“Jadi yang pertama kami minta cafe resto maupun bar agar lebih hati-hati ke depan. Konten kreatif inovasi itu baik dan perlu namun harus dipahami jangan sampai menimbulkan masalah SARA atau menimbulkan perpecahan serta dapat menimbulkan konflik,” jelas Riza.

Riza juga mengimbau untuk seluruh tempat hiburan, cafe, restoran maupun bar khususnya di wilayah DKI Jakarta agar memenuhi persyaratan sertifikat, apabila usaha barnya tidak memiliki izin untuk menjual minuman beralkohol di tempat.

“Kami minta semuanya harus memperhatikan syarat syarat. Jadi jangan dianggap enteng, jangan diabaikan aturan ketentuan kita semua ingin menegakan aturan untuk kepentingan warga Jakarta,” tandas Riza. (chi/jpnn/pojoksatu)