Kemenko Perekonomian Goes to Campus, 500 Peserta Tertarik Permodalan UMKM

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto goes to campus
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong permodalan UMKM karena UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa semangat kewirausahaan harus dipupuk sejak awal atau sejak mahasiswa.

Dengan adanya berbagai kebijakan yang berpihak kepada UMKM, para generasi muda dapat ikut antusias menjadi wirausaha dan berperan sebagai pencipta lapangan kerja.


Hal itu dikatakan Airlangga Hartarto dalam acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta yang digelar secara hybrid dan dihadiri lebih dari 500 peserta, Selasa (28/06).

“Program kewirausahaan yang diinisiasi oleh kampus, menjadi salah satu kunci keberhasilan penciptaan lapangan kerja yang berasal dari lingkungan universitas,” ucap Airlangga Hartarto.

“Tentu diharapkan dapat memadukan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk berinovasi membaca peluang, sehingga menghasilkan entrepreneur yang berkualitas,” tambah Airlangga.

BACA : Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Masyarakat, Airlangga : Pengusaha Nahdliyin Memiliki Peran Strategis Sebagai Motor Penggerak Ekonomi

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Perpustakaan Digital Universitas Negeri Yogyakarta tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan civitas akademika, mengenai program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif pembiayaan untuk memulai usaha.

“Dengan berwirausaha, para mahasiswa ataupun anak muda bisa menjadi game changer yang berkontribusi kepada pembangunan ekonomi Indonesia. Ini menjadi momentum kolaborasi antara Pemerintah dan civitas akademika untuk menciptakan SDM unggul dan juga bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada. UMKM bangkit, ekonomi terungkit,” tegas Airlangga.

Terkait KUR, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir yang hadir langsung pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pelaku UMKM pemula yang membutuhkan pembiayaan skala ultra-mikro dapat mengakses kredit Mekaar, Kredit Umi (Ultra Mikro) ataupun KUR Super Mikro. Jika membutuhkan modal yang lebih besar juga dapat mengakses KUR dengan plafon maksimal 500 juta.

Untuk KUR, Pemerintah telah menetapkan plafon KUR tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun dengan memberikan kebijakan relaksasi dan tambahan subsidi, sehingga para debitur hanya menanggung bunga sebesar 3% sampai dengan 31 Desember 2022.

“Pemerintah mendorong mahasiswa memanfaatkan KUR untuk pembiayaan usaha agar dapat memulai atau mengembangkan usahanya, sehingga menghasilkan produk dengan added value yang tinggi dan menjadi bagian dari global value chain,” kata Deputi Iskandar.

BACA : 3 Fokus Utama Presidensi G20 Indonesia, Airlangga Hartarto Ungkap Skenario Dukung Pemulihan Ekonomi Global

Sebagai informasi, kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Yogyakarta diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian dan dikemas dalam bentuk Seminar Nasional yang bertajuk “Upaya Peningkatan Semangat Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kemudahan Akses Permodalan”.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Haryo Limanseto menyampaikan bahwa kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Yogyakarta merupakan serangkaian acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian yang rencananya akan dilaksanakan di 7 (tujuh) kota dan 7 (tujuh) universitas di seluruh Indonesia.

“Acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Tadi malam, Kemenko Perekonomian juga telah menyelenggarakan acara ngopi bareng UMKM dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Terlihat sekali optimisme kaum muda untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi sangat tinggi,” jelas Haryo.

Usai pemaparan, acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta dilanjutkan dengan talkshow yang berlangsung interaktif.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Ketua Pusat Studi Inovasi Inkubasi Bisnis dan HKI LPPM Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Nahiyah Jaidi Faraz, M.Pd., Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi, dan Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian Gede Edy Prasetya.

Talkshow tersebut membahas beberapa hal yakni terkait peran universitas dalam mendorong mahasiswanya untuk menjadi wirausaha, peran Pemerintah Daerah dalam mendorong UMKM yang ada di Yogyakarta, dan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat agar UMKM di Indonesia naik kelas.

Talkshow dimoderatori oleh oleh Analis Kebijakan Madya Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Satrio Aditomo. Dalam talkshow tersebut, para peserta secara luring dan daring aktif berdiskusi dan menanyakan berbagai hal yang terkait dengan akses permodalan bagi UMKM, khususnya mahasiswa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut civitas akademi Universitas Negeri Yogyakarta, dan perwakilan Lembaga Penyalur serta Lembaga Penjamin yang turut berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam menyalurkan KUR kepada masyarakat. (*/pojoksatu)