Pengunjung Terheran-heran Karyawan Holywings Berdiri Berjajar Pegang Kertas Bertuliskan ‘Maafkan Kami’, Entah Apa Maksudnya

Holywings ditutup, penistaan agama, izin dicabut, pemilik holywings
Holywings

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seluruh outlet Holywings di Jakarta telah dicabut izin usahanya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada Senin (26/6/2022).

Namun pada Senin malam, salah outlet Holywings di depan Gatsu, yakni Vendetta masih tetap beroperasi.

Sampai pukul 23.30, tempat hiburan itu masih ramai seperti biasanya.

Tak ada yang berbeda seperti sebelum Anies Baswedan cabut izin usaha 12 outlet Holywings karena dianggap melanggar.


Adit (25), salah satu pengunjung mengungkap, suasana di dalam Holywings Vindetta itu ramai seperti biasanya.

Ia datang ke tempat hiburan itu bersama tiga orang temannya sekitar pukul 21.00 WIB.

BACA: Setelah Jakarta, Kini Dua Gerai Holywings di Kota Bandung Bakal Segera Ditutup Malam Ini

“Ya seperti kelab malam yang lain, ramai. Mungkin (ramai) sama anak-anak muda Jaksel (Jakarta Selatan, red) kali ya. Seru,” kata Adit kepada JPNN, dikutip PojokSatu.id.

Adit menuturkan, keberadaan tempat hiburan seperti outlet Holywings cukup memiliki arti bagi pekerja seperti dirinya.

Tempat hiburan itu menjadi salah satu lokasi yang bisa dijadikan tempat untuk melepas lelah setelah seharian bekerja.

“Apalagi ini hari Senin. Capek. Enaknya lepas lelah seperti begini. Minum-minum dan nongkrong sama teman,” tutur Adit.

BACA: Usai Izin Dicabut, Kini Giliran ACTA Gugat Perdata Holywing ke Pengadilan Negeri, Nasibnya Makin Terpojok

Adit mengungkap, saat ia di dalam, dirinya melihar sejumlah karyawan Holywings melakukan aksi.

Karyawan dan pegawai tempat hiburan itu berdiri berbaris dan memegang poster.

Poster itu berisi kalimat pendek. “Maafkan Kami”.

Aksi yang dilakukan karyawan dan pegawai Holywings itu membuat Adit heran.

BACA: Anies Baswedan Tutup Holywings, MUI Tanggapi Begini, Sampai Ada Kata Disengaja Melecehkan

Tapi ia sendiri mengaku tak mengerti maksud aksi membawa poster tersebut.

“Entah apa maksudnya,” tutur Adit. (jpnn/ruh/pojoksatu)