149 Pekerja Migran Indonesia Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia, Akitivis 98 Desak Jokowi Segera Turun Tangan

penjara
Ilustrasi penjara

POJOKSATU.id, JAKARTA- Aktivis 98 Aznil Tan breaksi keras terkait laporan tewasnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di dalam tahanan Imigrasi Sabah, Malaysia.

Ia mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk menginvestigasi atas laporan tersebut.

Di mana, Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) merilis sebanyak 101 warga negara Indonesia (WNI) meninggal pada 2021.

Kemudian pada Januari hingga Juni 2022, 48 WNI meninggal di Pusat Tahanan Imigrasi (DT1) di Sabah, Malaysia.


“Ini tragedi kemanusiaan yang memalukan. 149 warga negara Indonesia mati, Jokowi harus selidiki,” kata Aznil kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, kasus meninggalnya PMI tersebut tidak boleh dianggap biasa oleh pemerintah Indonesia, sudah 149 nyawa WNI yang melayang.

“Kasus 149 PMI meninggal ditahanan Imigrasi Sabah ini tidak bisa dianggap kasus biasa. Ini butuh langkah extra ordinary,” ujarnya.

Aznil menilai bahwa tidak cukup hanya mengandalkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengurusi persoal tersebut.

Ia meminta Presiden Jokowi untuk memerintahkan semua pihak terkait untuk membantu tewasnya 149 WNI itu.

“Tidak cukup ditangani oleh Kemenlu. Sekali lagi, Presiden negara ini yang harus turun tangan menyelesaikan tragedi kemanusiaan ini,” ucapnya.

Aznil mengatakan, bahwa kasus meninggalnya 149 WNI itu bukan pertama kalinya terjadi di Malaysia. Tetapi sudah berulang kali.

“Kasus kekerasan dan sampai kelevel pelanggaran HAM pada PMI kita di Malaysia bukanlah hal yang baru,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Aznil sudah tidak percaya lagi kepada Kemenlu, terlebih lagi KBRI Indonesia yang berada di Malaysia.

“Apa bukti kinerja Kemenlu dan KBRI lebih membaik? Malah semakin parah. Kasus ini harus masuk ke ranah kejahatan HAM, harus diinvestigasi penyebabnya,” turur Aznil. (muf/pojoksatu)