Jawa Barat Optimistis Target Imunisasi 3,4 Juta Anak Tercapai

Sosialisasi BIAN tingkat Jabar bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jabar Atalia Praratya Kamil.
Sosialisasi BIAN tingkat Jabar bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jabar Atalia Praratya Kamil.

POJOKSATU.ID, Kota Bandung – Pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Agustus – September 2022 mendatang, Provinsi Jawa Barat akan menyasar 3,4 juta anak untuk diimunisasi.

BIAN merupakan program imunisasi bagi balita dan anak usia sekolah meliputi pemberian imunisasi polio, campak rubella dan imunisasi kejar untuk melengkapi status imunisasi balita.

Ditemui usai sosialisasi BIAN tingkat Jabar, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jabar Atalia Praratya Kamil, mengungkapkan, target imunisasi 3,4 juta anak ini menjadi PR besar yang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ia optimistis target tersebut akan tercapai lewat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Targetnya luar biasa banyak, tentu ini menjadi PR besar yang tidak bisa dilakukan hanya oleh satu instansi saja tapi harus bersama-sama,” ujar Atalia, Senin (27/6/2022)


Adapun sosialisasi pelaksanaan BIAN diikuti oleh 27 TP PKK se-Jabar hingga tingkat kecamatan, Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan se-Jabar melalui virtual dari aula Tikomdik Disdik Jabar.

Salah satu yang akan didorong dalam BIAN yakni penguatan peran kader PKK se-Jabar. Atalia mengatakan, tiga fungsi PKK yang akan diperkuat yaitu pendataan, penyuluhan, dan penggerakan.

“Tiga fungsi PKK itu akan diperkuat karena penting sekali keterlibatan PKK dalam pelaksanaan BIAN ini,” ujarnya.

Terkait pendataan, kader PKK diminta untuk mendata kesiapan fasilitas kesehatan maupun fasilitas umum lainnya yang akan menjadi sentra imunisasi. Penyuluhan juga tak kalah penting.

Edukasi pentingnya imunisasi dan kekhawatiran masyarakat perlu dilakukan dari sekarang oleh kader PKK. Tak sedikit masyarakat yang belum paham akan pentingnya imunisasi bahkan ada yang termakan hoaks.

“Kader PKK harus edukasi sesegera mungkin. Berikan pemahaman kepada masyarakat malah ada yang sampai percaya hoaks,” pinta Atalia.

Selain itu PKK juga diminta berperan aktif dengan cara jemput bola ke rumah sasaran imunisasi. “Kalau anak tidak datang ke posyandu cari tahu mungkin lagi sakit atau apa makanya harus jemput bola,” katanya.

Sasaran dalam imunisasi campak rubella adalah anak usia 9 – 59 bulan. Sementara imunisasi kejar bagi anak usia 12 – 59 bulan. Imunisasi polio merupakan program nasional untuk mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global tahun 2026.

Di Jabar sendiri, pelaksanaan BIAN akan digelar di puskesmas, rumah sakit, sekolah, pesantren, posyandu, lapang terbuka hingga memanfaatkan fasilitas drive thru.

“PKK Jabar akan mendukung 100 persen program BIAN di mana pun tempat pelaksanaannya,” pungkas Atalia.

(adv/dia/pojoksatu)