Ditanya Duet Anies-Ganjar Pilpres 2024, Ini Tanggapan Berbeda Gubernur DKI dan Gubernur Jateng

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan serta Ridwan Kamil. Mengemuka duet Anies-Ganjar di Pilpres 2024 (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan tanggapan beda soal duet Anies-Ganjar di Pilpres 2024 nanti. Keduanya menjawab begini.

Gubernur Anies Baswedan dan Gubernur Ganjar Pranowo menjawab singkat soal isu duet di Pilpres 2024 tersebut.

Anies menjawab bahwa dia terlebih dahulu fokus mengurus Jakarta.

“Saya urus Jakarta dulu,” kata Anies kepada wartawan di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (25/6/2022).


Anies enggan menanggapi lebih lanjut usulan duet Anies-Ganjar tersebut.

Anies juga kembali menegaskan saat ini dirinya ingin fokus bekerja mengurus Jakarta.

“Fokusnya di situ (Jakarta),” ujar Anies lagi tanpa mau memberikan penjelasan lebih jauh.

Baca Juga :

Duet Anies-Ganjar Akan Bikin Pilpres 2024 Selesai, Hensat : Tapi Kelihatannya Susah Versi Sekjen PDIP

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengomentari usulan duet Anies-Ganjar ini dengan berkelakar.

“Aku yo duet karo bojoku (saya ya duet sama istriku),” kata Ganjar Pranowo, Minggu (26/6).

Sementara itu, menurut pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) duet ini sepertinya susah terealisasi versi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Namun jika duet Anies-Ganjar ini terealisasi, maka Pilpres 2024 akan selesai sudah.

“Kalau Anies-Ganjar, selesai dong. Bagus,” kata pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini, Minggu (26/6).

Namun, duet itu sepertinya sulit terwujud menilik pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Diketahui, Hasto pernah menyebut parpolnya sulit berkoalisi dengan Demokrat dan PKS.

“Jadi, sampai hari ini kelihatannya susah kalau versi sekjen PDIP,” ungkapnya.

Namun Dosen Universitas Paramadina ini mengungkap masih ada peluang karena Ketua Umum PDIP belum memberikan pernyataan.

“Cuma masih ada ketum PDIP. Terserah ketum PDIP, kan,” ujar dia.

Hensat menyebut koalisi PDIP, NasDem, Demokrat, dan PKS masih bisa terjadi untuk mengusung duet Anies-Ganjar ini, karena ketum parpol berlambang banteng itu, Megawati Soekarnoputri belum bersikap soal Pilpres 2024.

Saat disinggung kemungkinan pengusungan duet Anies-Ganjar tanpa melibatkan PDIP, Hensat merasa hal itu sulit terwujud. (ral/rmol/pojoksatu)