Catat ! Cuti Melahirkan PPPK hanya Anak Pertama Sampai Ketiga

PPPK Kabupaten Barru Sulawesi Selatan yang baru terima SK.
PPPK Kabupaten Barru Sulawesi Selatan yang baru terima SK. (Facebook Ulfa Fajri)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setiap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berhak mendapatkan cuti melahirkan. Namun cuti melahirkan PPPK hanya berlaku untuk anak pertama sampai anak ketiga.

Ketentuan cuti melahirkan PPPK tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Cuti melahirkan PPPK juga diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Pasal 18 menyebutkan untuk kelahiran anak pertama sampai dengan kelahiran anak ketiga pada saat menjadi PPPK, PPPK berhak atas cuti melahirkan.


Lamanya hak atas cuti melahirkan diberikan paling lama tiga bulan.

Untuk menggunakan cuti melahirkan, PPPK mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.

BACA : Lengkap, Daftar Formasi PPPK 2022 Kabupaten Dan Kota Seluruh Indonesia

Permintaan secara tertulis diajukan melalui atasan langsung atau pejabat lain yang setara.

Atasan langsung atau pejabat lain yang setara memberikan pertimbangan menyetujui, mengubah, menangguhkan, atau menolak pengajuan cuti PPPK.

PPPK yang menggunakan hak cuti melahirkan, tetap menerima penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Cuti Sakit PPPK

Selain cuti melahirkan, PPPK yang menderita sakit berhak atas cuti sakit.

PPPK yang sakit 1 hari menyampaikan surat keterangan sakit secara tertulis kepada atasan langsung atau pejabat lain yang setara dengan melampirkan surat keterangan dokter.

BACA : Cara Daftar PPPK 2022 Bagi Pelamar Prioritas Dan Pelamar Umum

PPPK yang sakit lebih dari 1 hari sampai dengan 14 hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan PPPK harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter.

Selain itu, PPPK juga harus melampirkan surat keterangan dokter pemerintah yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan pemerintah.

Gugur Kandungan Cuti 1,5 Bulan

PPPK yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1,5 bulan.

Untuk mendapatkan hak atas cuti sakit bagi yang gugur kandungan, mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan.

Selain gugur kandungan, PPPK yang mengalami kecelakaan kerja juga berhak atas cuti sakit sampai dengan berakhirnya masa hubungan perjanjian kerja.

BACA : 12 Penyebab PPPK Kena PHK, Nomor 7 Tak Penuhi Target Kerja

PPPK yang menjalankan cuti sakit tetap menerima penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Itulah ketentuan cuti melahirkan PPPK sesuai PP 49 Tahun 2018 dan aturan turunannya, Peraturan BKN Nomor 7 Tahun 2022. (one/pojoksatu)