Mujahid 212 Puja-puji Kapolres Gara-gara Holywings, Tapi Minta Ini Ditelusuri Apa Bisnis atau Politik?

Enam tersangka kasus Holywings yang promosi miras untuk nama Muhammad dan Maria. Empat diantaranya adalah perempuan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Mujahid 212 puja-puji Kapolres Metro Jaksel karena telah mengamankan enam pekerja Holywings Jakarta yang melakukan penghinaan pada agama Islam. Ini harapan ke polisi selanjutnya.


Sikap tegas dan cepat Polri, khususnya Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, menangani polemik Holywings diapresiasi Mujahid 212.

Sebanyak enam pekerja Holywings Jakarta yang diduga melakukan penghinaan kepada agama Islam dan Katolik telah diproses dan diamankan.


Mujahid 212, Damai Hari Lubis mengucapkan terima kasih kepada Polri setelah menangkap dan mentersangkakan enam pekerja Holywings yang membuat poster berisi promosi miras bagi pengunjung yang memiliki nama Muhammad dan Maria.

“Kami umat muslim apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada lembaga Polri atas kinerjanya dalam mengambil tindakan proses hukum yang cukup tegas seperti yang dilakukan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi,” ujar Damai Hari Lubis, Minggu (26/6).

Baca juga :

Ansor dan Banser Minta Pemilik Holywings Indonesia Segera Tampil ke Publik Meminta Maaf

Menurutnya, keenam orang karyawan Holywings, sudah semestinya mempertanggungjawabkan perbuatan provokasi yang nampak sengaja mereka buat.

“Terkesan kuat sengaja hina dan menistakan dua golongan penganut agama Islam dan Nasrani,” katanya.

“Maka sudah sepatutnya bangsa ini memberikan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Kapolres Jaksel,” ujarnya lagi.

“Kami harapkan juga kepada Polri agar melakukan pendalaman kepada para tersangka apa motif mereka, hanya sekedar bisnis atau kejahatan politik,” jelas Mujahid 212 Damai Hari Lubis soal Holywings ini. (ral/rmol/pojoksatu)