Gaduh Tenaga Honorer, Politisi PDIP : Harusnya APPSI di Bawah Anies Baswedan Tak Mengipasi Isu Ini

Ilustrasi ASN dan non ASN (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi PDIP Ima Mahdiah memberikan tanggapan soal isu penghapusan tenaga honorer. Harusnya APPSI di bawah Anies Baswedan tidak mengipasi isu ini.


Ima Mahdiah meminta Gubernur Anies Baswedan dan para gubernur lain untuk duduk bareng bersama pemerintah pusat soal tenaga honorer ini.

Selain itu, mereka diminta memberikan masukan yang baik kepada Jokowi soal isu penghapusan tenaga honorer.


Gubernur Anies sendiri diketahui menjabat ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Anies berencana mengajak sejumlah gubernur untuk menemui Presiden Jokowi dan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo guna membahas honorer.

“Duduk bersama dengan pemerintah pusat, memberikan masukan yang konstruktif dan menyuarakan hal ini ke akar rumput sehingga tidak timbul kegaduhan,” ucap Ima Mahdiah yang juga Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini, Jumat (24/6).

Baca Juga :

Tak Manusiawi, PPPK Kena PHK Jika Sakit 30 Hari Atau Kecelakaan

Politisi PDIP ini berharap agenda Anies untuk menemui Jokowi dan Tjahjo tersebut tidak dicampuradukkan dengan urusan politik.

Anies diharapkan murni bekerja sebagai ketua APPSI, bukan untuk menjatuhkan pemerintah pusat.

“Seharusnya, APPSI di bawah Bapak Anies Baswedan tidak mengipasi isu ini. Ini muatannya sangat politis ya,” katanya.

Dia membela pemerintah pusat bahwa yang dilakukan KemenPAN-RB tujuannya bukan menghapus massal tenaga honorer, melainkan memberikan kepastian status kepada pegawai honorer.

“Karena selama masih menggunakan sistem honorer, tidak jelas standar pengupahan yang digunakan,” kata Anggota Fraksi PDIP ini.

KemenPAN-RB berencana menghapus tenaga honorer mulai tahun 2023 nanti. Tenaga honorer ini akan digantikan outsourcing atau tenaga kontrak sesuai kebutuhan. (jpnn/pojoksatu)