Ternyata Sopir Honda Jazz Terima Panggilan Telepon Saat Tabrak Anak 5 Tahun Hingga Tewas di Jaksel

Sopir Honda Jazz tabrak anak 5 tahun di Jalan Pancoran Jaksel (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ternyata sopir Honda Jazz berinisial IAR (35) yang menabrak anak perempuan hingga tewas di Jaksel ternyata sedang menerima telepon saat kecelakaan terjadi.

Diketahui, sopir Honda Jazz berinisial IAR (35) sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi usai menabrak anak berusia 5 tahun hingga tewas di Jalan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Selasa (14/6) sekitar pukul 19.30 WIB.

Anak perempuan berinisial AAR (5) tewas di Jakarta Selatan dan sopir Honda Jazz ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Detik-detik kecelakaan yang menewaskan anak 5 tahun ini terekam video CCTV dan viral di media sosial.


Polisi menyebut kecelakaan itu bermula saat tersangka menerima panggilan telepon.

“Jadi itu kan pada saat itu dia menerima panggilan telepon. Posisi telepon ada di sebelah kirinya. Dia ambil handphone-nya mau ditaruh di kanan di dashboard,” kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit saat dihubungi, Sabtu (18/6/2022).

AKP Sigit mengatakan saat IAR memindahkan handphone ke posisi kanan, sopir itu tidak melihat adanya speed bump yang berada di depannya.

Laju kendaraan tidak dikurangi kecepatannya hingga membuat IAR kaget dan menabrak kendaraan korban yang berada di depannya.

“Pada saat mau geser handphone ke kanan, itu ada speed bump, jadi ada polisi tidur. Itu kan mobil matik, jadi begitu polisi tidur kena agak ngegas dikit. Jadi dia nggak bisa kontrol kendaraannya,” jelas Sigit.

Atas dasar itu, polisi menetapkan sopir Honda Jazz sebagai tersangka. Dia dianggap lalai dalam berkendara.

“Itulah bahayanya melakukan kegiatan lain saat mengemudi. Jadi tidak concern di jalan,” terang Sigit.

“Ditahan, sudah dilakukan penahanan. Jadi, setelah ditetapkan sebagai tersangka, dilakukan pemeriksaan tersangka, langsung kita lakukan penahanan,” kata Sigit.

AKP Sigit mengatakan pengemudi IAR dijerat dengan Pasal 310 ayat 3 dan 4 UU RI Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kalau dari pasalnya ancamannya 6 tahun penjara,” tutur Sigit.

Kecelakaan maut oleh sopir Honda Jazz yang menewaskan anak usia 5 tahun ini terjadi pada Selasa malam (14/6) sekitar pukul 19.30 WIB. (ral/pojoksatu)