Link Pendaftaran PPPK 2022 dan Tahapan Seleksi Tahap 3 Guru

Ilustrasi guru honorer berharap diprioritaskan pada seleksi PPPK 2022
Ilustrasi guru honorer berharap diprioritaskan pada seleksi PPPK 2022

POJOKSATU.id, JAKARTAPendaftaran PPPK 2022 segera dibuka. Pemerintah sudah mengumumkan formasi PPPK 2022 sebanyak 970.000 orang. Bagaimana dengan link pendaftaran PPPK 2022, apakah sudah tersedia?

Link pendaftaran PPPK 2022 disediakan untuk para calon pelamar Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

BACA : Lengkap, Daftar Formasi PPPK 2022 Kabupapaten Dan Kota Seluruh Indonesia

Link pendaftaran PPPK 2022 bukan login sscacn.bkn.go.id, melainkan https://daftar-sscasn.bkn.go.id/login.


Sebelum membuka link pendaftaran PPPK 2022, sebaiknya simak informasi seputar PPPK 2022, seperti formasi PPPK 2022, kuota PPPK guru 2022, kuota PPPK non guru 2022, syarat PPPK 2022, kapan pendaftaran PPPK 2022 dibuka, dan seperti apa tahapan seleksi PPPK tahap 3.

Formasi PPPK 2022

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyediakan formasi PPPK 2022 sebanyak 970.410.

BACA : Formasi PPPK 2022 Sebanyak 970 Ribu, Ini Syarat PPPK Non Guru

Jumlah tersebut terdiri dari sisa formasi PPPK 2021 sebanyak mencapai 212.392 ditambah formasi PPPK 2022 sebanyak 758.018.

“Formasi PPPK 2022 adalah penjumlahan dari sisa formasi 2021 dan formasi yang diusulkan pemda untuk tahun 2022,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril pada Kamis (9/6/2022) lalu.

Ketentuan Pendaftaran PPPK 2022

Ketentuan dan syarat pendaftaran PPPK 2022 untuk guru diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK) untuk Jabatan Fungsional (JF) Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022.

Dalam Permen PANRB disebutkan pendaftaran PPPK 2022 untuk guru dilakukan secara nasional oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi sebagai instansi pembina jabatan fungsional guru.

BACA : 4 Syarat Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK 2022 Tanpa Tes

Pendaftaran PPPK 2022 dibuka untuk kategori pelamar prioritas dan pelamar umum.

Pelamar prioritas dibagi tiga kelompok, yakni pelamar prioritas I, pelamar prioritas II, dan pelamar prioritas III.

1. Pelamar Perioritas I

Pelamar prioritas I terdiri atas:

a. THK II yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021.

THK II adalah tenaga honorer eks kategori II sesuai database tenaga honorer Badan Kepegawaian Negara (BKN).

b. Guru non ASN yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021. Guru non ASN adalah guru yang mengajar di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh instansi daerah dan terdaftar sebagai guru di Dapodik (Data Pokok Pendidikan Dapodik).

c. Lulusan PPG yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021. Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah individu yang belum menjadi guru dan terdaftar di database lulusan pendidikan profesi guru Kemdikbudristek.

d. Guru Swasta yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021. Guru swasta adalah guru yang mengajar di sekolah swasta atau mengajar di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

BACA : Tak Manusiawi, PPPK Kena PHK Jika Sakit 30 Hari Atau Kecelakaan

Pelamar yang masuk dalam kelompok prioritas 1 pada seleksi PPPK 2022 tidak perlu mengikuti tes untuk diangkat menjadi PPPK. Mereka hanya memvalidasi data dan diverifikasi oleh panitia seleksi nasional.

2. Pelamar Perioritas II

Pelamar yang masuk kelompok perioritas II pada seleksi PPPK 2022 adalah tenaga honorer eks kategori II yang terdata di database tenaga honorer Badan Kepegawaian Negara (BKN).

3. Pelamar prioritas III

Pelamar perioritas III merupakan guru non ASN yang mengajar di sekolah negeri atau mengajar di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh instansi daerah dan terdaftar sebagai guru di Dapodik.

Syarat Pelamar PPPK 2022

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 20 Tahun 2022, pelamar perioritas I, II, III dan pelamar umum untuk guru harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:

a. warga negara Indonesia;

b. usia paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling tinggi 59 (lima puluh sembilan) tahun pada saat pendaftaran;

c. tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;

d. tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil, PPPK, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan dengan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

e. tidak menjadi anggota atau penGurus partai politik atau terlibat politik praktis;

f. memiliki sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi pendidikan dengan jenjang paling rendah sarjana atau diploma empat sesuai dengan persyaratan;

g. sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;

h. surat keterangan berkelakuan baik; dan

i. persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Selain harus memenuhi persyaratan umum, pelamar yang berasal dari pelamar penyandang disabilitas juga harus memenuhi persyaratan tambahan sebagai berikut:

a. melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah/puskesmas yang menerangkan jenis dan derajat kedisabilitasannya; dan

b. menyampaikan video singkat yang menunjukkan kegiatan sehari-hari pelamar dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Tahapan Seleksi Tahap 3 Guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuat draft petunjuk teknis PPPK guru 2022.

Dalam draft petunjuk teknis tersebut diatur mengenai tahapan seleksi tahap 3 guru yang digabung dalam pengadaan PPPK 2022, serta mekanisme baru penempatan guru yang telah lulus passing grade.

Berikut tahapan seleksi PPPK 2022 sesuai draft petunjuk teknis PPPK 2022.

1. Mei – Juni Sosialisasi

Seleksi PPPK Guru 2022 diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru Pada Instansi Daerah Tahun 2022.

Permen PANRB Nomor 20 Tahun 2022 ini diterbitkan pada 23 Mei 2022 dan disosialisasikan pada Juni hingga Juli 2022.

2. Rapat Koordinasi Juni – Juli

Setelah melakukan sosialisasi, Direktorat Jenderal Guru Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan melakukan rapat koordinasi pada Juni hingga Juli 2022.

Ditjen GTK telah mengeluarkan surat undangan rapat koordinasi yang ditujukan kepada para kepala dinas Pendidikan provinsi, kabupaten, kota dan pemerintah daerah bersama dengan Panselnas terkait formasi PPPK 2022.

Berikut rencana jadwal rakor teknis:

a. 18 – 21 Juni rakor teknis di Semarang (Jawa Tengah, DIY, Kalimantan)

b. 23 – 26 Juni rakor di Jakarta (DKI, Jawa Barat, Sumatera bagian Selatan)

c. 28 Juni – 1 Juli rakor di Jakarta (Sumatera bagian Utara)

d. 3 – 6 Juli rakor di Makassar (Wilayah bagian Timur)

e. 12 – 16 Juli rakor di Surabaya (Jawa Timur dan Nusa Tenggara)

3. Pengangkatan 193.954 Guru Juli – Agustus

Rekrutmen PPPK yang dilaksanakan tahun 2021 lalu berlangsung tiga tahap. Seleksi PPPK tahap 3 diperuntukkan bagi peserta yang lolos tahap pertama dan kedua.

Pada Juli hingga Agustus 2022, akan dilaksanakan pengangkatan 193.954 guru yang telah lulus passing grade pada PPPK Guru 2021.

4. Rekrutmen PPPK 2022 September – Desember

Rekrutmen PPPK 2022, termasuk seleksi PPPK tahap 3 dijadwalkan akan dilaksanakan mulai September hingga Desember 2022.

Pemerintah telah menyiapkan 149.677 formasi yang dapat diperebutkan oleh 564.238 guru honorer di seluruh Indonesia.

Itulah informasi seputar link pendaftaran PPPK 2022, formasi PPPK 2022 serta tahapan dan ketentuannya.

Syarat Honorarium Harus Dihapus

Jelang pendaftaran PPPK 2022 dibuka, tenaga honorer meminta agar syarat untuk ikut seleksi PPPK ditinjau kembali.

Salah satu syarat honorer ikut pendaftaran PPPK 2022 yakni honorarium selama menjadi pegawai honorer berumber dari APBN atau APBD.

Persyaratan ini dianggap memberatkan lantaran kebanyakan guru honorer non-ASN kebanyakan dibiayai Dana Opersaional Sekolah (BOS).

Ketua Tenaga Kependidikan (Tendik) Nasional Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Sutrisno meminta syarat tersebut ditinjua kembali.

Jika syarat itu tidak dihapus, Sutrisno khawatir banyak honorer non-K2 yang tidak akan masuk dalam pendataan honorer 2022.

Dampaknya, mereka akan mengalami hambatan saat pendaftaran PPPK 2022 karena statusnya sebagai pegawai honorer hilang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banyumas, meminta agar syarat pendataan lebih dipermudah,” kata Sutrisno, Selasa (16/8)

Sutrisno mengungkapkan cukup banyak honorer non-K2 yang terganjal dengan sejumlah persyaratan pendataan tenaga non-ASN.

Honorer non-K2 berbeda dengan K2 yang sudah terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam pertemuan tersebut, Sutrisno juga meminta agar honorer non-K2 bisa dibuatkan database seperti K2 oleh BKN.

Menurutnya, database perlu dibuat karena honorer non-K2 guru, khususnya honorer tendik kebanyakan mendapat honor dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Ada yang dari APBD, tetapi honorariumnya diambilkan dari pos belanja barang dan jasa,” ujarnya.

Karena itu, Sutrisno berharap agar syarat itu dihapus untuk memudahkan honorer mengikuti pendaftaran PPPK 2022.  (one/pojoksatu)