Baru Beberapa Hari Jadi Menteri, Zulhas ‘Lempar’ Migor Curah ke LBP, Pengamat Ini Jadi Sanksi

Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Mendag dan Menteri ATR BPN (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Dari pengalaman kerja yang dimiliki Zulkifli Hasan (Zulhas), pengamat politik Nailul Huda sangsi masalah minyak goring (migor) bisa diselesaikan. Apalagi migor curah sudah dilempar ke LBP.


Baru beberapa hari bekerja sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) atau sejak 15 Juni, Zulkifli Hasan memastikan persoalan minyak goreng curah tak akan ditanganinya.

Masalah migor curah ini akan ditangani oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP).


Apa yang disampaikan Zulhas saat melakukan sidak pasar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat kemarin (17/6), dianggap sebagai gambaran ketidaktepatan reshuffle menteri yang dilakukan Presiden Jokowi.

Nailul Huda menjelaskan, jabatan menteri perdagangan merupakan pos yang erat kaitannya perbaikan sejumlah persoalan yang belakangan disorot publik, utamanya soal stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat seperti migor.

Baca Juga :

Surya Paloh Terang-terangan Sindir Pemerintah soal Migor Usai Umumkan Anies Capres : Urusan Begini aja Lama

Jika pun Zulhas menyerahkan tanggung jawab mengurusi stabilitas harga migor kepada Luhut Panjaitan, bukan tidak mungkin publik menganggap reshuffle yang dilakukan Jokowi kali ini hanya sekadar bagi-bagi jabatan, karena figur yang dipilih tak mampu menyelesaikan persoalan yang ada.

“Sangat kental aroma politik dibandingkan dengan tujuan ekonomi,” ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini, Sabtu (18/6).

Selain itu, Huda juga melihat ketidaksesuaian antara latar belakang Zulkifli Hasan dengan jabatan yang dia terima dari Jokowi.

“Rekam jejak Pak Zulhas (sapaan akrab Zulkifli Hasan) dalam bidang perdagangan atau ekonomi belum terbukti,” tuturnya.

Sepengetahuan Huda, Zulhas cuma pernah menjabat sebagai menteri yang tak berkaitan langsung dengan persoalan perdagangan.

Itu pun ada dugaan dirinya tersangkut masalah hukum soal alih fungsi hutan tahun 2014 lalu.

“Beliau dulunya kan mengurus Kehutanan (Menteri Kehutanan) dan jadi masalah juga ketika banyak produsen CPO (crude palm oil) besar membuka lahan,” paparnya.

Dari pengalaman kerja terdahulu yang dimiliki Zulhas tersebut, Huda sangsi masalah migor bisa diselesaikan oleh Ketum PAN ini.

“Jadi kita mungkin akan melihat konflik kepentingan yang lebih besar,” katanya.

“Ketika seseorang sudah pernah membantu mafia minyak goreng, mana mungkin dia akan membereskan masalah minyak goreng dengan berpihak ke masyarakat,” tandasnya. (ral/rmol/pojoksatu)