Ternyata Jamaah Khilafatul Muslimin Ada yang Berprofesi PNS dan Dokter, Polisi Langsung Telusuri Sumber Dana 

Suasana di masjid dan kantor Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung. (Dok Radar Lampung).
Suasana di masjid dan kantor Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung. (Dok Radar Lampung).

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kelompok Khilafatul Muslimin sudah mempunyai 14 ribu jamaah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari hasil pendalaman, selain kebanyakan jamaahnya dari eks narapidan terorisme, ternyata jamaah Khilafatul Muslimin juga ada yang berprofesi PNS dan Dokter.

“Dari total 14 ribu jamaah, ada juga profesi ASN dan dokter,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Selain profesi PNS dan Dokter, kata Kombes Hengki, kebanyakan juga jamaah Khilafatul Muslimin berprofesi petani dan karyawan swasta.


“Petani 20 persen, karyawan 25 persen, guru 3 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut kombes Hengki, dari puluhan ribu jamaah Khilafatul Muslimin, anggota diwajibkan berinfak 1000 rupiah perhari.

Hasil infak nantinya diduga akan digunakan untuk pendanaan dan kemajuan penyebaran Khilafatul Muslimin.

“Jadi jamaah dari tingkat paling bawah wajib memberikan infaq sedekah per hari Rp 1.000, data yang kami dapatkan ini baru puluhan ribu. Tidak menutup kemungkinan akan ada dana-dana dari luar,” ujarnya.

Diketahui, Polri sendiri telah menetapkan 23 tersangka petinggi kelompok Khilafatul Muslimin.

Ke-23 tersangka itu ditangani di antaranya di Polda Jawa Tengah (Jateng) enam tersangka. Polda Lampung lima tersangka.

Lalu, Polda Jawa Barat (Jabar) lima tersangka. Kemudian, Polda Jawa Timur (Jatim) satu tersangka. Dan Polda Metro Jaya enam tersangka. (fir/pojoksatu)