KPK Seperti Terus Incar Formula E, Pimpinan DPRD DKI Jakarta : Dana Rp560 Miliar Terang Benderang

Anies Baswedan dan Surya Paloh

POJOKSATU.id, JAKARTA— KPK seperti terus mengincar Formula E yang baru saja dihelat Gubernur DKI Anies Baswedan. Padahal menurut penjelasan pimpinan DPRD DKI, dana Rp560 miliar terang benderang.

Dugaan korupsi dalam pelaksanaan balap Formula E yang digelar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seperti terus diincar KPK dan saat ini statusnya masih dalam penyelidikan KPK.

KPK mengaku terus mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi-saksi soal penyelenggaraan Formula E di Jakarta ini.

Padahal menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Khoirudin, sebenarnya tidak ada yang janggal dalam penganggaran kegiatan Formula E.


Bahkan anggaran commitment fee yang telah dikucurkan oleh Pemprov DKI sebesar Rp 560 miliar telah sesuai kontrak dengan tim Formula E Operations (FEO) selaku manajemen induk perlombaan balap mobil listrik itu.

“Sejauh ini saya lihat tidak ada hal yang mencurigakan dari dana Rp 560 miliar itu. Dana itu sudah jelas terang benderang sebagai commitment fee Formula E,” katanya saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat pagi (16/6).

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta itu melanjutkan, berdasarkan keterangan manajemen PT Jakarta Propertindo (Jakpro) perhelatan Formula E tak lagi menggunakan APBD untuk sisa dua tahun kontrak.

Justru Khoirudin menilai Formula E telah sukses membangkitkan ekonomi. Bukan hanya bagi Jakarta, namun juga Indonesia.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan ajang Formula E yang berlangsung sukses dan kami menilai tidak ada yang janggal dalam penganggaran kegiatan Formula E,” tandasnya. (ral/rmol/pojoksatu)