Obrolan 7 Ketum Dibongkar Suharso Monoarfa, Intinya Gini

Presiden Joko Widodo menjamu makan siang di Presidential Lounge untuk 7 ketua umum partai politik/ist

POJOKSATU.id, JAKARTA- Presiden Joko Widodo menjamu makan siang di Presidential Lounge untuk 7 ketua umum partai politik pendukung pemerintahannya untuk membicarakan sejumlah isu.


Tentang obrolan para ketum Parpol koalisi pemerintahan Jokowi ini dibongkar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa saat ditemui usai acara pelantikan menteri dan wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (15/6).

Suharso mengatakan, materi pembicaraan Jokowi bersama para ketum lebih fokus pada persoalan global.


“Ngobrol mengenai perkembagan dunia, dan bagaimana Indonesia jadi contoh bagi negara di dunia,” ujar Suharso.

Menteri PPN/Kepala Bappenas ini menjelaskan, Lembaga Dana Moneter Internasional alias IMF telah mengkategorikan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu survive.

Namun di sisi yang lain, situasi dan kondisi yang berkembang sekarang ini memberikan kekhawatiran banyak negara, termasuk Indonesia.

“IMF ingatkan ada potensi sejumlah negara yang gagal, dan Indonesia justru jadi champion, dan sebaiknya Indonesia berikan pandangan, berikan pengalamannya bagaimana (keluar dari ancaman krisis),” tuturnya.

Persoalan yang dibicarakan Jokowi bersama 7 ketum Parpol koalisi pemerintahan Jokowi tadi siang ini pernah disampaikan Suharso saat menjadi pembicara di Islamic Development Bank.

“Di situ ditanya bagaimana Indonesia atasi pandemi (Covid-19), economy recovery dan seterusnya, harga pangan yang lagi melangit (tapi) Indonesia bisa stabil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suharso mengajak seluruh pihak untuk mensyukuri atas apa yang telah dilalui bangsa Indonesia selama 2 tahun pendem Covid-19 menghantam seluruh lini kehidupan masyarakat.

“Harus kita bersyukur, yang penting bagi kita harus pandai bersyukur, dari sisi pangan tak terancam meski ada perang Ukraina, bahkan ada potensi ekspor sebagian dari beras kita,” tandasnya. (dhe/pojoksatu/rmol)