Kapan Seleksi PPPK 2022 Guru Dibuka ? Ini Jawaban Kementerian PANRB

Seleksi PPPK 2022
Ilustrasi Seleksi PPPK 2022

POJOKSATU.id, JAKARTA – Teka-teki kapan seleksi PPPK Guru 2022 dibuka masih belum terjawab. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) meminta masyarakat untuk bersabar.

Kementerian PANRB telah menerbitkan regulasi sebagai dasar pelaksanaan rekrutmen PPPK Guru 2022.

Seleksi PPPK Guru 2022 diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) PAN-RB Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022.

Kepala Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan RB Mohammad Averrouce meminta masyarakat untuk bersabar.


Sebab, saat ini instansi terkait masih dalam proses menetapkan formasi.

BACA : Formasi PPPK 2022 Sebanyak 970 Ribu, Ini Syarat PPPK Non Guru

“Sabar, nanti diinfokan ya oleh Kemendikbudristek dan BKN, masih proses verifikasi penetapan formasi,” ucap Mohammad Averrouce beberapa hari lalu.

Formasi PPPK Guru 2022 Bikin Tenaga Honorer

Wakil Ketua forum Guru Lulus Passing Grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (GLPG PPPK) Hasna mengaakan formasi PPPK Guru 2022 membuat para tenaga honorer galau. Sebab, formasi yang tersedia masih minim.

Hasna berharap Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memperjuangkan agar Pemda menyediakan formasi PPPK guru lulus passing grade (PG). Namun, faktanya sudah banyak yang mulai keder, takut tidak terakomodasi.

“Ini teman-teman mulai resah, apalagi ada yang sudah kena imbas kehilangan jam mengajar,” ungkap Hasna kepada JPNN.com, Rabu (15/6).

BACA : Sebelum Dihapus Honorer Ikuti Pendaftaran PPPK 2022, Ini Syarat Seleksi PPPK Guru

Dia menyebutkan, guru lulus PG tersingkir imbas masuknya guru swasta beserdik dan lulus PPPK tahap 2.

Guru lulus PG ini hanya mendapatkan jatah 8 jam mengajar pendidikan jasmani olahraga dan kesenian (PJOK).

Kondisi tersebut sangat berat dirasakan oleh guru honorer, karena untuk mendapatkan honor dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) dihitung berdasarkan jam mengajar.

“Kalau tinggal 8 jam mengajar, terasa kan sedihnya,” ucapnya.

Kisah sedih lainnya juga diungkapkan Hasna, bahwa tidak sedikit teman-temannya yang sudah dimintai kepala sekolah untuk mencari tempat kerja baru. Hasna tidak bisa menahan sedih karena melihat para guru honorer ini harus mencari sekolah yang belum tentu akan menerimanya.

“Banyak guru menangis, mengadu. Saya benar-benar terpukul karena mereka itu guru induk,” ujarnya dengan nada bergetar menahan haru.

Hasna mengaku kasihan karena banyak honorer yang kena PHP (pemberi harapan palsu) dan tidak ada keadilan. Dia pun meminta agar pemerintah pusat dan daerah melihat nasib honorernya.

“Berikan kesejahteraan bagi seluruh honorer, insyaallah doa kami seluruh menyertai para pejabat pengambil keputusan,” pungkasnya.

Pemerintah akan membuka rekrutmen PPPK guru. Ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK Guru.

Namun, untuk teknisnya pemerintah akan menerbitkan petunjuk teknis (juknis). (esy/jpnn/pojoksatu)