Pesan Menyentuh Ridwan Kamil Lepas Anaknya Eril, Seketika Kami Merasa Dilimpahi Kasih yang Akbar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil taburkan bunga di makam Emmeril Kahn Mumtadz/arif pojoksatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG— Ridwan Kamil menyampaikan pesan menyentuh saat prosesi penguburan putranya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Pemakaman Cimaung, Bandung, Senin siang (13/6).

Berikut pesan-pesan perpisahan menyentuh Ridwan Kamil saat melepas putranya Eril di pemakaman Cimaung Bandung.

“Kematian Eril merupakan kehilangan yang sungguh dasyat. Dalam momentum waktu yang nyaris sejajar. Kami merasa kehilangan yang paling besar. Tapi seketika itu juga kami merasa dilimpahi kasih yang akbar,” kata Ridwan Kamil saat memberi sambutan perpisahan, Senin (13/6).

Ridwan Kamil mengaku sangat bersyukur dianugrahi seorang putra yang dalam hidupnya bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada mereka sebagai orangtua.


“Waktu bisa terasa pendek dalam hidup rutin sehari-hari. Tapi dalam 14 hari ini menjadi begitu panjang dalam kehidupan kami,” katanya.

Baca Juga:

Lantunan Azan Iringi Pemakaman Eril di Cimaung, Dengan Tegar Ridwan Kamil Awali Prosesi Penguburan

“Kami bertanya-tanya. Kenapa hidup tidak terlalu lama mengharu biru. Apalagi menyangkut kelahiran dan kematian,” jelasnya.

Menurut Ridwan Kamil, waktu adalah relatif. Begitu kata orang-orang arif. Akhirnya mereka bisa menerimanya.

“Dalam rentang 14 hari yang sejujurnya sangat melelahkan. Kami mendapat banyak kearifan. Dalam 23 tahun, mungkin belum cukup untuk menghasilkan karya besar. Namun ternyata memadai untuk dicintai dengan akbar,” tegasnya.

“Kami mengiklaskan Eril pergi. Karena kami akhirnya menyadari bahwa Allah telah mencukupkan amalnya untuk menghindari banyak kehilafannya,” jelas Ridwan Kamil dalam pesan menyentuh melepas anknya Eril. (ral/pojoksatu)