Identitas Petinggi Khilafatul Muslimin yang Ditangkap di Lampung, Abdul Aziz dan Imron

Polisi dan jamaah Khilafatul Muslimin baku hantam di Bandar Lampung. (Dok Radar Lampung).
Polisi dan jamaah Khilafatul Muslimin baku hantam di Bandar Lampung. (Dok Radar Lampung).

POJOKSATU.id, LAMPUNG – Dua petinggi Khilafatul Muslimin ditangkap di Lampung. Keduanya diamankan di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Jalan WR Supratman, Pesawahan, Kota Bandar Lampung.

Dua petinggi Khilafatul Muslimin yang ditangkap yakni Abdul Aziz dan Imron.

Abdul Aziz dan Imron ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Sabtu (11/6).

Abdul Aziz dan Imron ditangkap ditangkap saat polisi melakukan penggeledahan.


Ratusan personel aparat gabungan dari kepolisian dan TNI terlihat siaga di sekitaran Kantor Khilafahtul Muslimin.

Sejumlah jamaah Khilafahtul Muslimin juga terlihat berjaga di depan pintu masuk.

BACA : Polisi dan Jamaah Baku Hantam, Dua Petinggi Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di lantai 2 kantor pusat organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam tersebut.

Penggeledahan tersebut menyusul ditangkapnya pimpinan tertinggi Khilafahtul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa (7/6) lalu.

Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap karena diduga telah menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila dan menyebarkan berita bohong.

BACA : Polda Metro Geledah Markas Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung, Uang Miliaran Disita

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan dua orang yang ditangkap di Lampung merupakan petinggi Khilafatul Muslimin.

”Kita baru menangkap dua tokoh penting dari organisasi Khilafatul Muslimin. Inisialnya AA dan IF. Domisili Bandar Lampung,” kata Kombes Hengki Haryadi dalam keterangan di kantor Khilafatul Muslimin, Jalan WR Supratman, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Sabtu (11/6).

Selain mengamankan dua tokoh penting, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan antara lain struktur organisasi dan uang yang diduga untuk biaya operasional organisasi Khilafatul Muslimin.

”Jumlahnya miliaran lah,” jelas Hengki Haryadi, seperti dilansir Radar Lampung. (rif/ais/radarlampung)