2 Lagi Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap dan Jadi Tersangka, Di Surabaya dan Cirebon

Konvoi dan selebaran Khilafatul Muslimin

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi kembali menangkap dua pimpinan Khilafatul Muslimin dan menetapkannya sebagai tersangka. Kali ini di Surabaya dan Cirebon.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, kedua pimpinan Khilafatul Muslimin itu juga langsung ditahan.

Di Surabaya, polisi menangkap pimpinan atau Amir Khilafatul Muslimin wilayah Surabaya, AMD (58) karena terbukti memerintahkan syiar motor menyebarkan faham khilafah dan mendirikan negara khilafah kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto menerangkan, Khilafatul Muslimin di Surabaya melakukan konvoi dengan rute Tanjung Pera-Sidoarjo pada 29 Mei 2022.


“Dengan kegiatan membagikan brosur kepada masyarakat dan memasang pamflet pada masing-masing sepeda motor yang digunakan dengan tulisan bersatu hanya dalam sistem khilafah,” ujar Dirmanto, Jumat (10/6/2022).

AMD juga mengajak umat Islam untuk mendukung pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Hasan Baraja di Lampung.

BACA: Polri Telusuri Lagi Sumber Aliran Dana Lainnya, Dijamin Kelompok Khilafatul Muslimin Bakal Dimiskinkan

Selain bertanggung jawab terhadap kegiatan konvoi, AMD juga bertanggung jawab dalam kegiatan pembagian brosur termasuk mengajak masyarakat mendukung Khilafatul Muslimin.

Dalan hal ini, penyidik telah memeriksa 42 orang anggota Khilafatul Muslimin. Selain itu ada empat orang saksi ahli yang juga dimintai keterangan.

“Barang bukti yang kita sita kurang lebih 63 buah, buku, brusur, bendera, pamflet dan lain sebagainya,” ungkap Dirmanto.

Sementara, Amir Khilafatul Muslimin Cirebon Raya inisial AJ ditetapkan tersangka oleh Polres Brebes.

Berdasarkan pemeriksaan, peran AJ sama dengan yang dilakukan AMD di Surabaya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, penetapan AJ sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pengembangan dari keterangan tiga aktivis Khilafatul Muslimin.

BACA: Sumber Dana Khilafatul Muslimin Ternyata Berasal dari Kotak Amal, Caranya Disebar ke Kelompok Internal, Segini Nominalnya

“Penetapan tersangka baru ini merupakan hasil pengembangan dari keterangan yang diberikan tiga aktivis Khilafatul Muslimin yang terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka yaitu GZ, AS dan DS,” katanya, Jumat (10/6/2022).

Kepala Polres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan, penetapan AJ sebagai tersangka dilakukan setelah AJ terbukti menyuruh melakukan konvoi kendaraan roda dua yang dilakukan kelompok Khilafatul Muslimin beberapa waktu lalu.

“Dia (AJ) terbukti memerintahkan melakukan kegiatan konvoi kendaraan roda dua yang dilakukan jamaah Khilafatul Muslimin di Kabupaten Brebes dengan cara mengumpulkan para Ummul Quro di Toko Istana Busana tempat saudara AS,” terangnya. (jpg/ruh/pojoksatu)