Luhut Ngamuk karena Dikritik DPR, PKS: Jadi Pejabat Jangan Baperan

Luhut Binsar Pandjaitan.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto menanggapi sikap Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Di mana, Luhut tampak marah karena dikritik Anggota DPR RI karena menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu untuk wisatawan lokal.

Mulyanto meminta Luhut tidak perlu sensitif menanggapi kritikan yang disampaikan oleh para Anggota Dewan tersebut.

“Pak Luhut Binsar Pandjaitan ini jangan baperan jadi pejabat terkait soal-soal publik dengan membawanya ke ranah privat,” kata Mulyanto kepada wartawan, Jumat (10/6/2022).


Apalagi, lanjut Komisi VII DPR itu Luhut sampai emosi karena dikritik oleh publik.

“Apalagi kalau melibatkan emosi karena dikritik, menurut saya itu tidak baik,” ujarnya.

Menurutnya, perlu dibedakan antara masalah pribadi yang subyektif dan masalah publik yang obyektif.

Selain itu, juga perlu pemilahan antara kritik terhadap tata kelola pemerintahan dan hujatan yang menyerang pribadi.

“Menurut hemat saya, jadi pejabat publik, tidak boleh tipis telinga atas kritik publik, termasuk dari legislatif,” ucapnya.

Apalagi seorang menteri, tambah Mulyanto, harus siap menerima, menghadapi dan mengelola kritik yang disampaikan oleh publik.

“Sehingga terjadi dialektika-konstruktif rasional bukan ditanggapi secara emosional baperan,” tandasnya.

Anak buah Ahmad Syaikhu itu menyebutkan, kritik dalam alam demokrasi adalah saluran pengawasan publik terhadap pemerintah.

“Perlu disikapi secara dingin dan direspons secara rasional substantif, sehingga terjadi konvergensi bagi perbaikan kebijakan publik,” tutur Mulyanto.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan tampak meluapkan kekesalannya karena diserang sejumlah Anggota DPR RI.

Itu buntut dari rencana Luhut yang ingin menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu bagi wisatawan lokal.

Menurut Luhut, ia berencana menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur karena hanya menjalankan tugas.

Hal tersebut disampaikan oleh Luhut dalam Rapat Kerja bersama Banggae DPR RI di kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

“Jadi, saya mohon maaf Bapak Ibu. Cari popularitas dengan serang menyerang saya Pak. Saya ini hanya pelaksana aja Pak,” ungkapnya.

Pria yang dikenal dengan menteri berbagai jabatan itu lantas meminta para Anggota DPR untuk menyampaikan kritikannya itu kepada dirinya.

“Jika memang ingin menkritik. Tolong berkomunikasi langsung kepada saya untuk mengetahui apa jadi masalah,” ucapnya.

Luhut menegaskan, bahwa tidak ada niat terselubung dalam menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur itu.

Ia menyebutkan, rencana menaikkan harga tiket tersebut karena berdasarkan hasil study yang mereka lakukan.

Kemudian, diputuskan menaikkan harga tarif tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu bagi wisatawan lokal.

Kemudian untuk wisatawan mancanegara dipatok harga sebesar Rp1,4 juta.

“Percayalah, Saya tidak akan melakukan itu semau-mau saya, Pak. Semua yang Saya lakukan berbasis study, Pak,” kata Luhut. (muf/pojoksatu)