Haris Pertama Murka : Woi Denny Siregar Kalau Mau Hadap-hadapan Ayo, Sekalian Sama Kakak Pembina Lo

Haris Pertama

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama meradang gara-gara Denny Siregar mengaitkan pemecatan M Taufik dengan FPI.


Hari Pertama menuding Denny Siregar asal tuduh dengan mengatakan bahwa Gerindra memecat kadernya yang suka merangkul FPI.

“Partai @Gerindra kayaknya lagi bersih-bersih kadernya yang suka rangkul-rangkul FPI. Soalnya, mendukung ormas radikal sepertinya udah gak tren sekarang. Rame doang, tapi kalah mulu di medan perang. Eh, masih ada @fadlizon deh. Apa beliau sekarang lagi deg-degan,” kata Denny Siregar melalui akun Twitternya, @Dennysiregar7.


Cuitan itulah yang membuat Haris Pertama murka. Ia tak terima dengan tudingan Denny Siregar yang mengaitkan pemecatan M Taufik dengan FPI.

“Dikit-dikit Lo @Dennysiregar7 tuduh orang FPI dan radikal. Asal Lo tau ya itu yang Lo tuduh adalah senior gW,” kata Haris Pertama, Rabu (8/6/2022).

Menurut Hari Pertama, M Taufik adalah mantan aktivis HMI yang juga Ketua Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ((MW KAHMI).

“Taufik itu senior HMI Cabang Jakarta dan Ketua MW KAHMI DKI Jakarta. Hobi Lo sudutkan dan fitnah orang aja,” beber Haris.

Haris menegaskan HMI dan KAHMI siap meladeni Denny Siregar. Bahkan dia menantang Denny dan kakak pembinanya untuk berhadap-hadapan.

“Woi @Dennysiregar7 kalau Lo mau hadap-hadapan sama HMI dan KAHMI ayo. Sekalian sama para kakak pembina Lo ya,” kata Haris.

“Sampah Lo, makin lama makin merusak persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa,” tandas Haris Pertama.

Sebelumnya, M Taufik dipecat dari Partai Gerindra karena dianggap tidak loyal. Pemecatan M Taufik sesuai hasil sidang Mahkamah Kehormatan Partai (MKP) Gerindra pada Selasa (7/6/2022).

“MKP, Majelis Kehormatan Partai, yang ini ada lima majelisnya, sepakat kita untuk memutus Saudara Taufik dipecat sebagai kader Gerindra mulai keputusan itu disampaikan pada hari ini,” kata Wakil Ketua MKP Gerindra Wihadi Wiyanto. (one/pojoksatu)