Pimpinan Khilafatul Muslimin Dijerat Pasal Berlapis, tapi Tak Dikenakan Pasal Terorisme, Alasannya

Pimpinan khilafatul muslimin Abdul Qadir Baraja ditangkap di Lampung (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Mabes Polri terus akan mendalami kelompok Khilafatul Muslimin yang diduga berkaitan dengan jaringan teroris.


Selain itu, penyidik juga tengah menyelidiki pendanaan kelompok Khilafatul Muslimin yang dipimpin eks teroris Abdul Qadir Hasan Baraja.

“Tentunya kita akan dikembangkan terus terkait pendanaan dan jaringannya,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2022).


Tak hanya itu, kata Dedi, pihaknya juga akan menyelidiki dan mengawasi setiap kegiatan- kegiatan Khilafatul Muslimin. Baik itu di daerah-daerah maupun di pusat.

Sebab, selain kelompok Khilafatul Muslimin ini sudah dinyatakan bertentangan dengan Undang-undang, diduga juga kegiatan kelompok ini pasti ada unsur pidananya.

“Beberapa kegiatannya (akan diselidiki) tidak menutup kemungkinan ada unsur pidananya,” tegasnya.

Selain itu, kata Jendral Bintang dua ini, pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja disangkakan pasal berlapis.

Antara lain, pasal terkait Undang-undang (UU) Ormas, UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang menyebabkan keonaran.

“Ada beberapa pasal yang disangkakan ke Abdul Qadir Baraja, Undang-undang Ormas, UU ITE, penyebaran berita hoax yang menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah meringkus pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja di Lampung.

Penangkapan Abdul Qadir dipimpin langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Saat ini yang bersangkutan tengah dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (fir/pojoksatu)