Firasat Ridwan Kamil Ungkap Kisah Pilu Kelahiran Eril di New York Tahun 1999, Lahir di RS Orang Miskin

Ridwan Kamil dan anak bungsunya di depan foto Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Tanpa disadari saat itu sekitar 2 bulan lalu, Ridwan Kamil mengungkap kisah pilu kelahiran Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di New York, AS. Eril terpaksa lahir di rumah sakit warga miskin.


Sekitar Maret 2022 lalu atau dua bulan sebelum Eril hilang di Sungai Aare Swiss, Ridwan Kamil membagikan pengalaman pilu proses kelahiran Eril di New York. Seperti firasat, Ridwan Kamil menceritakan itu ke publik.

Cerita kelahiran Emil di New York disampaikan Ridwan Kamil 2 bulan sebelum Eril meninggal di depan BP2MI di Gedung Sate Bandung.


Ridwan Kamil diketahui sudah mulai merantau ke Amerika Serikat sejak 1997.

Singkat cerita Ridwan Kamil pernah dipecat gara-gara krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1998. Proyek perusahaannya di Indonesia mangkrak lalu Kang Emil di-PHK.

Baca Juga:

Kabar Terbaru Pencarian Eril dari KBRI Bern, Ada Sinyal Positif

Tidak patah arang, Kang Emil menebar 100 surat lamaran kerja, tapi hanya lima yang mendapat panggilan untuk interview.

Setelah berhasil mendapat pekerjaan di perusahaan lain Kang Emil kembali di titik kesuksesan hingga menjadi kepercayaan perusahaan.

Salah satu bentuk kesuksesannya, Kang Emil berhasil membangun Beijing Finance Street di Cina. Namun cerita manis ini tak berlangsung lama.

Perusahaan Ridwan Kamil tiba-tiba memutus hubungan kerja (PHK) karena staf human resource (HR) lupa memperpanjang visa Ridwan Kamil sehingga perusahaan tidak bisa lagi mempekerjakan dirinya.

Padahal saat itu Atalia Praratya sedang mengandung Eril delapan bulan.

Beberapa kondisi tidak memungkinkan pasangan suami istri itu pulang ke tanah air.

Dengan kondisi kandungan yang sudah tua, Atalia tidak bisa melakukan perjalanan pulang ke Indonesia. Ibu hamil di usia kandungan 8 bulan tidak diperkenankan naik pesawat demi keselamatan kandungan.

Hidup serba kekurangan di tengah menanti kelahiran anak pertama membuat Kang Emil dan Atalia berpikir keras.

Mereka harus menerima kenyataan bahwa biaya persalinan di rumah sakit New York rata-rata mencapai 70 juta.

“Di PHK, gak ada pesangon, gak ada asuransi, melahirkan di Amerika 70 juta kalo bayar,” tutur Ridwan Kamil seperti dikutip dari Humas Jabar.

Akhirnya Ridwan Kamil bekerja sebagai imigran ilegal. Ridwan Kamil menyambung nyawa bekerja sebagai tukang ukur bangunan dengan gaji sedikit di atas UMR New York.

Akan tetapi ada satu lagi masalah muncul, jumlah gaji tukang ukur tentu saja tidak cukup untuk biaya persalinan di rumah sakit biasa.

Satu-satunya fasilitas kesehatan yang membantu persalinan gratis adalah rumah sakit khusus orang miskin. Tetapi, Kang Emil juga tidak memenuhi syarat sebagai warga miskin.

Dengan kondisi finansial yang serba nanggung itu, akhirnya Kang Emil merekayasa surat administrasi.

Untuk mengakali biaya persalinan, Ridwan Kamil meminta bosnya mengubah nilai gajinya di bawah UMR.

Pada 25 Juni 1999, Eril lahir di rumah sakit khusus orang miskin kota New York.

“Akhirnya anak pertama gubernur Jawa Barat ini lahir dalam status orang miskin kota dan menerima bansos,” ujar Ridwan Kamil pada Maret lalu.

Kisah pilu kelahiran Eril ini pernah Ridwan Kamil sampaikan secara langsung ke publik di acara penandatanganan kesepahaman bersama antara Pemprov Jabar dengan BP2MI di Gedung Sate, Kota Bandung, akhir Maret 2022 lalu.

Demikian cerita pilu kelahiran Eril di New York yang pernah Ridwan Kamil sampaikan dua bulan sebelum kematian putra sulungnya Eril. (ral/pojoksatu)