Anak Ridwan Kamil Dianggap Syahid Akhirat, Ini Penjelasan KH Abdullah Gymnastiar

Emmeril Khan Mumtadz atau akrab disapa Eril

POJOKSATU.id. BANDUNG — Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym ikut menanggapi meninggalnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz alias Eril yang meninggal tenggelam di Sungai Aare Swiss.

KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym melalui keterangan resminya mengatakan takdir kematian seseorang adalah rahasia Allah SWT.

“Waallahualam. Ajal itu ada tiga hal yang Allah rahasiakan. Satu, Allah merahasiakan waktu. Dan setiap orang akan wafat pada waktu yang ditetapkan Allah. Tidak bisa diundur atau maju kan sedetik. Yang kedua tempat, kita akan mendatangi tempat wafatnya kita, kematian kita. Dan ketiga, cara,” kata Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini seperti dikutip Sabtu (4/6/2022).

Menurutnya, terkait cara seseorang meninggal dunia, tidak ada satupun yang mengetahuinya.


Namun, jika seorang muslim tenggelam dalam keadaan beriman, jika melihat rujukan hadis Rasulullah SAW, adalah bagian dari syahid.

Baca Juga:

Tak Banyak Yang Tahu, Begini Ketulusan Ridwan Kamil Merawat Anak Adopsinya Arkana Aidan Misbach

“Semoga demikianlah adanya karunia Allah bagi yang beriman. Semoga Allah mengaruniakan petunjuknya dan jalan keluar yang terbaik dunia akhirat beliau dan keluarga kang Emil. Dan kita dapat mengambil hikmah dan amal soleh dari kejadian ini. Amin,” katanya.

Dalam penjelasannya terkait mati syahid akhirat, Aa Gym juga menyertakan sejumlah hadis yang menegaskan status syahid seseorang yang meninggal dalam keadaan tenggelam.

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bertanya (kepada sahabatnya), ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ Mereka menjawab, ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah.’ Rasulullah SAW merespons, ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ Para sahabat bertanya ‘Mereka itu siapa ya Rasul?’

Rasulullah SAW menjawab, ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah (bukan karena perang) juga syahid, orang yang tertimpa tha‘un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid’.” (HR. Muslim)” tulis Aa Gym.

Ia mengatakan pada penjelasan kedua, ulama mengatakan syahid atas tiga macam. Pertama, syahid dunia wal akhirah artinya seseorang yang matinya dalam perang fi sabilillah.

Kedua, syahid dunia yaitu seseorang yang matinya karena berperang namun tujuannya bukan mencari ridha Allah melainkan hanya mencari harta dan kedudukan.

Ketiga, syahid akhirat yaitu seseorang yang matinya akibat kebakaran, sakit perut, terkena wabah atau virus, tenggelam dalam sungai atau lautan, tertimpa bangunan seperti gempa bumi, dan tewas akibat kecelakaan.

Ia pun mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Syuhada ada lima: orang yang meninggal sebab terjangkit wabah tho’un, meninggal karena sakit perut, meninggal karena tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang yang berjuang di jalan Allah ‘Azza wa jalla”

Hal ini tercantum dalam Hadis nomor 8.305, musnad al-Imam Ahmad bin Hambal, juz 14:58.

Namun begitu, pihak keluarga hendaknya terus berdoa dan meminta petunjuk dari Allah SWT agar proses pencarian Eril yang masih terus dilakukan diberikan yang terbaik. (ral/pojoksatu)