Selain Jawa Barat, DKI Jakarta Juga Gelar Shalat Gaib Untuk Anak Gubernur Ridwan Kamil

Anies Baswedan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Selain Jawa Barat, DKI Jakarta juga akan menggelar shalat gaib bagi anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril yang hilang di Sungai Aare Swiss, Kamis lalu (26/5).

Imbauan shalat gaib disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril melalui akun media sosialnya, Jumat (3/6).

Melalui akun Facebook Anies Baswedan, Anies menyebutkan, sesuai anjuran MUI Jawa Barat dan keputusan keluarga besar Ridwan Kamil, Anies menyerukan kepada seluruh masjid di Jakarta agar mendirikan shalat ghaib pasca shalat Jumat untuk Emmeril Kahn Mumtadz, putra dari Atalia dan Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), yang hilang di Sungai Aare, Bern, Switzerland, minggu lalu.

“Kepada seluruh kaum muslimin di Jakarta, kami mengajak, mari kita dirikan shalat ghaib siang ini dan mendoakan ananda Eril, sesuai tuntunan agama kita,” kata Anies Baswedan.


Tak ada ujian yang lebih berat daripada orangtua yang harus kehilangan anaknya. Maka tak lupa mari kita doakan keluarga Kang Emil agar Allah beri ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Baca Juga:

Viral Video Ridwan Kamil Lantunkan Azan di Sungai Aare Demi Memanggil Putranya Eril

“Laa hawla wala quwwata illa billah.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anies Rasyid Baswedan,” jelas Anies dalam status Facebook resminya.

Imbauan tersebut juga disampaikan Anies dengan memerintahkan Karo Dikmental untuk segera membuat ajakan dan imbauan kepada seluruh masjid di Jakarta mendirikan Shalat Gaib usai salat Jumat bagi ananda Emmiril Khan Mumtaz.

“Ajakan tersebut harus diterima oleh semua masjid sebelum pukul 11 pagi ini,” kata Anies seperti dikutip redaksi, Jumat (3/6).

Kepada seluruh Kepala OPD agar memastikan semua kantor di lingkungan Pemprov DKI yang menyelenggarakan ibadah Shalat Jumat juga mendirikan Shalat Gaib.

“Harap mengajak serta seluruh pegawai Pemprov DKI yang melakukan shalat Jumat untuk ikut mendirikan Shalat Gaib dan mendoakan ananda Eril,” demikian Anies Baswedan.

Sebelumnya, melalui surat edaran MUI Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya selaku orang tua Eril menyatakan telah mengikhlaskan putranya meninggal dunia karena tenggelam.

Selain itu, dalam surat tersebut juga tercantum keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss, bahwa otoritas setempat telah mengubah status Emmeril Khan Mumtaz dari yang awalnya orang hilang (missing person) menjadi orang yang tenggelam (drowned person).

“Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang dicari dimungkinkan telah meninggal dunia,” tulis keterangan dalam surat tersebut.

Dengan memperhatikan keterangan dari pihak keluarga dan memperhatikan ketentuan syara’, maka jenazah harus disalatkan. Namun, karena jenazah Eril belum ditemukan, maka salat jenazah dilakukan dengan cara salat gaib.(ral/pojoksatu)